Pandemi Mengubah Perilaku Konsumen, Pengusaha Restoran Harus Adaptasi dengan 3 Hal Ini

Jum'at, 18 September 2020 - 18:58 WIB
loading...
Pandemi Mengubah Perilaku...
Ilustrasi pengunjung restoran. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Pelaku usaha di sektor industri restoran dan Food and Beverages (F&B) harus jeli mengamati perubahan perilaku konsumen untuk bisa membalik ancaman krisis Covid-19 menjadi peluang.

Pengamat pemasaran dari Inventure, Yuswohady mengatakan, prediksi vaksin akan mulai diproduksi Januari tahun depan menjadi titik balik ekonomi kembali menggeliat. Namun, perlu disadari bahwa situasi tidak akan pernah kembali normal mengingat pandemi telah merubah perilaku konsumen secara ekstrim.

"Maka dari itu, pemilik usaha harus benar-benar mempersiapkan diri menghadapi era baru, yaitu Era Next Normal. Era yang mengubah ancaman krisis Covid-19 menjadi peluang," ujarnya pada webinar Resto Industry Outlook 2021, Jumat (18/9/2020). (Baca juga: Serba Tak Pasti, Sri Mulyani Kesulitan Bikin Kebijakan Ekonomi )

Menurut Yuswohady, tahun 2021 harus menjadi tahun kebangkitan. Apalagi bisnis sektor industri restoran dan F&B dinilai paling cepat bangkit di tengah kelesuan bisnis akibat pandemi Covid-19.

"Restoran itu paling terkena tapi paling cepat bangkit. Menurut saya kemungkinan bisa bangkit itu besar dan harusnya di tahun 2021 tumbuh. Kalau tidak akan nyungsep," ungkap

Dia menjelaskan, di masa pandemi, bisnis restoran harus bisa hidup beradaptasi di lingkungan tiga ekonomi. Pertama, Hygiene Economy dimana Cleanliness, Healthiness, dan Safety (CHS) menjadi penentu krusial.

Kedua, Low-Touch Economy dimana operasi resto (front-end maupun back-end) harus memperkecil persentuhan fisik. Ketiga, Less Crowd Economy dimana jaga jarak menjadi sebuah keharusan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. (Baca juga: Rekor Baru! Sehari 44.428 Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Corona )

"Ini memaksa pemain restoran memasuki ekonomi baru. Maka kita harus beradaptasi karena kita memasuki 3 ekonomi yang berbeda," jelasnya.

Menurut Yuswohady, pandemi Covid-19 selain mendorong akselerasi digital juga meningkatkan kesadaran terhadap konsep CHS. Ke depannya, konsumen akan semakin peduli dengan penerapan konsep CHS di restoran dan tempat makan.

"CHS menjadi suatu lompatan dari awalnya konsumen tidak peduli, tiba-tiba concern luar biasa. Maka branding CHS jadi branding utama untuk menarik konsumen, selain promo dan diskon," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masa Pajak Maret 2026,...
Masa Pajak Maret 2026, Wajib Pajak Restoran dan Hotel di Jakarta Dapat Keringanan 20%
3.000 Resto di Singapura...
3.000 Resto di Singapura Bangkrut Massal, 250 Tempat Makan Tutup setiap Bulan
Cara Menghitung Royalti...
Cara Menghitung Royalti Lagu untuk Kafe dan Restoran
Restoran Bangkrut Massal...
Restoran Bangkrut Massal di Singapura, Tutup 307 Outlet per Bulan
Perubahan Pajak Restoran...
Perubahan Pajak Restoran Menjadi PBJT atas Makanan dan Minuman, Ini Ketentuannya
Kevin Sanjaya Buka Cabang...
Kevin Sanjaya Buka Cabang Ketiga Chanba Private Room Grill di Puri Kembangan
Buffet All You Can Eat,...
Buffet All You Can Eat, WNP di Pacific Palace Hotel Sajikan Beragam Kuliner Nusantara
Padukan Cita Rasa Padang...
Padukan Cita Rasa Padang dan Jawa, Ambo Jowo Resmi Dibuka di Jakarta Pusat
Brunch Ikonik Bali Ini...
Brunch Ikonik Bali Ini Berubah Total, Sajikan Seafood Premium Racikan Baru
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved