Rupiah dan Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG, Cek Proyeksi Pasar Saham RI Pekan Ini
Minggu, 05 April 2026 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu dari domestik ada sentimen Program B50, dimana pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa tingkat pencampuran biodiesel berbasis sawit akan ditingkatkan menjadi 50% (B50) mulai 1 Juli dari sebelumnya 40%.
Dikhawatirkan, pengalihan berlebih CPO ke biodiesel berisiko memicu kenaikan harga minyak goreng dan inflasi yang dapat menekan daya beli masyarakat serta memberikan sentimen negatif bagi sektor Consumer Goods. Baca Juga: Harga Emas Diramal Tembus Rp3 Juta per Gram, Sentimen Perang Jadi Pemicu
Berbicara tentang potensi market pada 6-10 April 2026, David mengimbau investor dan trader untuk memantau perkembangan nilai tukar Rupiah dan harga minyak. "Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi ujian berat akibat kombinasi lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup drastis," paparnya.
Ia menambahkan ketika harga minyak mentah bertahan di atas USD100 per barel, beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN akan membengkak secara signifikan sehingga mengancam batas aman defisit fiskal negara.
"Tekanan ini diperparah oleh posisi Rupiah yang sempat menembus level Rp17.000 per Dolar AS yang secara otomatis meningkatkan biaya impor bahan baku dan memicu kenaikan inflasi domestik," ungkapnya.
IHSG diproyeksikan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.700 dan resistance pada 7.250 karena dipicu juga oleh sentimen negatif akibat penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang tinggi (high shareholding composition) sejalan dengan proyeksi metodologi MSCI yang sebelumnya telah diantisipasi pasar.
Dikhawatirkan, pengalihan berlebih CPO ke biodiesel berisiko memicu kenaikan harga minyak goreng dan inflasi yang dapat menekan daya beli masyarakat serta memberikan sentimen negatif bagi sektor Consumer Goods. Baca Juga: Harga Emas Diramal Tembus Rp3 Juta per Gram, Sentimen Perang Jadi Pemicu
Berbicara tentang potensi market pada 6-10 April 2026, David mengimbau investor dan trader untuk memantau perkembangan nilai tukar Rupiah dan harga minyak. "Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi ujian berat akibat kombinasi lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup drastis," paparnya.
Ia menambahkan ketika harga minyak mentah bertahan di atas USD100 per barel, beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN akan membengkak secara signifikan sehingga mengancam batas aman defisit fiskal negara.
"Tekanan ini diperparah oleh posisi Rupiah yang sempat menembus level Rp17.000 per Dolar AS yang secara otomatis meningkatkan biaya impor bahan baku dan memicu kenaikan inflasi domestik," ungkapnya.
IHSG diproyeksikan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.700 dan resistance pada 7.250 karena dipicu juga oleh sentimen negatif akibat penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang tinggi (high shareholding composition) sejalan dengan proyeksi metodologi MSCI yang sebelumnya telah diantisipasi pasar.
(akr)
Lihat Juga :