IMF Peringatkan Dampak Perang Timur Tengah: Ekonomi Melambat, Inflasi Meroket

Selasa, 07 April 2026 - 12:00 WIB
loading...
IMF Peringatkan Dampak...
Harga bensin terpampang di sebuah SPBU Sheetz saat para pelanggan mengisi bahan bakar mobil mereka di Wilkes-Barre, Pennsylvania, AS. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan perang di Timur Tengah akan memangkas pertumbuhan ekonomi global sekaligus mendorong inflasi lebih tinggi. Gangguan besar pada pasar energi disebut menjadi pemicu utama tekanan tersebut, dengan dampak paling berat dirasakan negara-negara berpenghasilan rendah.

"Jika tidak ada perang ini, kami akan melihat sedikit peningkatan proyeksi pertumbuhan kami. Sebaliknya, semua jalan kini menuju harga lebih tinggi dan pertumbuhan lebih lambat," ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis

IMF sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% pada 2026 dan 3,2% pada 2027. Namun, konflik yang berkepanjangan diperkirakan akan memaksa untuk menurunkan proyeksi tersebut, bahkan jika perang berakhir dalam waktu dekat.



Menurut IMF, konflik tersebut telah memangkas pasokan minyak global sekitar 13% akibat terganggunya jalur distribusi energi, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia. Lembaga itu menyebut situasi ini sebagai salah satu gangguan terburuk dalam sejarah pasar energi global.

Dampaknya meluas ke sektor gas alam cair (LNG), termasuk terhentinya produksi di fasilitas utama Qatar akibat serangan drone. Kondisi ini menghilangkan puluhan juta ton kapasitas LNG dari pasar global dan memperketat pasokan energi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Rekomendasi
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved