Perkuat Momentum Awal Tahun, PTPP Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026
Selasa, 07 April 2026 - 14:05 WIB
loading...
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026. FOTO/dok.PTPP
A
A
A
JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026. Capaian tersebut tumbuh sebesar 32,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY), sekaligus mencerminkan kinerja Perseroan yang tetap solid dan konsisten menjaga tren pertumbuhan positif di awal 2026. Adapun perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 73%, diikuti oleh proyek BUMN sebesar 18%, serta proyek swasta sebesar 9%.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menekankan bahwa perolehan kontrak baru hingga Februari 2026 ini menjadi bukti bahwa PTPP mampu menjaga kinerja secara optimal di tengah tantangan industri. Operasional bisnis korporasi di bawah naungan Danantara ini juga berbasis pelaksanaan proyek yang tepat waktu dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja (zero accident) demi menjaga kualitas terbaik.
"Perseroan akan terus mengedepankan prinsip selektivitas proyek, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), serta manajemen risiko yang prudent dalam setiap lini operasional," kata Joko dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: PTPP Perkuat Transformasi dan Fundamental Keuangan di Tengah Dinamika Industri
Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar proyek berasal dari sektor Gedung sebesar 33%, Jalan dan Jembatan sebesar 30%, Smelter dan Pertambangan sebesar 18%, Rumah Sakit sebesar 10%, Pelabuhan sebesar 6%, serta Pengolahan Air dan Limbah sebesar 3%, dan sisanya berasal dari sektor Infrastruktur Air serta Fasilitas Oil & Gas.
Sejumlah proyek strategis dengan nilai signifikan yang berhasil diraih PTPP hingga Februari 2026 di antaranya Proyek RSU Adhyaksa Daerah Khusus Jakarta senilai Rp266,5 Miliar, Proyek Penanganan Bencana Sumatera Utara (Sibolga–Barus) senilai Rp263,7 Miliar, Proyek Jetty dan Prasarana Pantai Lamongan senilai Rp234 Miliar, Proyek Penanganan Bencana Aceh (Bireuen–Takengon) sebesar Rp148,3 Miliar, serta Proyek RS PHTC Tulang Bawang senilai Rp112,7 Miliar.
Baca Juga: Kantongi Kontrak Rp31,6 Triliun, PTPP Rampungkan 40% Proyek Strategis Nasional
Joko menegaskan soal capaian ini menunjukkan keberhasilan strategi Perseroan dalam menjaga keseimbangan portofolio proyek di berbagai sektor unggulan, sekaligus memperkuat daya saing PTPP dalam menangkap peluang proyek-proyek strategis di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah, Joko juga menekankan PTPP terus mengoptimalkan kinerja operasional serta memperkuat peran aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas, dan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung pencapaian target Perseroan di tahun 2026.
Lebih lanjut, PTPP menegaskan perannya sebagai salah satu pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui kontribusi aktif dalam menghadirkan proyek-proyek strategis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan strategi yang adaptif dan berkelanjutan, Perseroan optimistis dapat terus menjaga tren pertumbuhan positif serta mencapai target kinerja yang telah ditetapkan sepanjang tahun 2026.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menekankan bahwa perolehan kontrak baru hingga Februari 2026 ini menjadi bukti bahwa PTPP mampu menjaga kinerja secara optimal di tengah tantangan industri. Operasional bisnis korporasi di bawah naungan Danantara ini juga berbasis pelaksanaan proyek yang tepat waktu dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja (zero accident) demi menjaga kualitas terbaik.
"Perseroan akan terus mengedepankan prinsip selektivitas proyek, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), serta manajemen risiko yang prudent dalam setiap lini operasional," kata Joko dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: PTPP Perkuat Transformasi dan Fundamental Keuangan di Tengah Dinamika Industri
Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar proyek berasal dari sektor Gedung sebesar 33%, Jalan dan Jembatan sebesar 30%, Smelter dan Pertambangan sebesar 18%, Rumah Sakit sebesar 10%, Pelabuhan sebesar 6%, serta Pengolahan Air dan Limbah sebesar 3%, dan sisanya berasal dari sektor Infrastruktur Air serta Fasilitas Oil & Gas.
Sejumlah proyek strategis dengan nilai signifikan yang berhasil diraih PTPP hingga Februari 2026 di antaranya Proyek RSU Adhyaksa Daerah Khusus Jakarta senilai Rp266,5 Miliar, Proyek Penanganan Bencana Sumatera Utara (Sibolga–Barus) senilai Rp263,7 Miliar, Proyek Jetty dan Prasarana Pantai Lamongan senilai Rp234 Miliar, Proyek Penanganan Bencana Aceh (Bireuen–Takengon) sebesar Rp148,3 Miliar, serta Proyek RS PHTC Tulang Bawang senilai Rp112,7 Miliar.
Baca Juga: Kantongi Kontrak Rp31,6 Triliun, PTPP Rampungkan 40% Proyek Strategis Nasional
Joko menegaskan soal capaian ini menunjukkan keberhasilan strategi Perseroan dalam menjaga keseimbangan portofolio proyek di berbagai sektor unggulan, sekaligus memperkuat daya saing PTPP dalam menangkap peluang proyek-proyek strategis di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah, Joko juga menekankan PTPP terus mengoptimalkan kinerja operasional serta memperkuat peran aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas, dan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung pencapaian target Perseroan di tahun 2026.
Lebih lanjut, PTPP menegaskan perannya sebagai salah satu pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui kontribusi aktif dalam menghadirkan proyek-proyek strategis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan strategi yang adaptif dan berkelanjutan, Perseroan optimistis dapat terus menjaga tren pertumbuhan positif serta mencapai target kinerja yang telah ditetapkan sepanjang tahun 2026.
(nng)
Lihat Juga :