Investasi Kuartal I-2026 Diproyeksi Tembus Rp497 Triliun, Serap 627 Ribu Tenaga Kerja

Senin, 13 April 2026 - 14:23 WIB
loading...
Investasi Kuartal I-2026...
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani memprediksi realisasi investasi Indonesia pada kuartal I-2026 akan mencapai angka Rp497 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani memprediksi realisasi investasi Indonesia pada kuartal I-2026 akan mencapai angka Rp497 triliun. Capaian ini diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 7% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Rosan menyampaikan, bahwa meski data final baru akan tersedia pada pertengahan April, tren yang ada menunjukkan sinyal positif terhadap pencapaian target pemerintah. Baca Juga: Investasi 2025 Tembus Rp1.931 T Belum Selaras dengan Keamanan dan Kesejahteraan Pekerja

"Alhamdulillah memang kita masih menunggu sampai tanggal 15 tapi dengan perkembangan ini insyaAllah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada triwulan pertama ini bisa kami capai yaitu sebesar Rp497 triliun, berarti tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan," ujar Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

Sejalan dengan kenaikan nilai investasi, penyerapan tenaga kerja juga diproyeksikan meningkat sebesar 5,5%. Sebanyak kurang lebih 627.000 orang diperkirakan berhasil terserap ke dalam lapangan kerja baru berkat realisasi investasi selama tiga bulan pertama tahun ini.



Sektor hilirisasi tetap memegang peranan krusial dengan kontribusi sekitar 30% dari total modal yang masuk. Dari sisi asal negara, investor dari Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat masih mendominasi peta investasi di tanah air.

Pemerintah telah menetapkan target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun berdasarkan Perpres Nomor 117 Tahun 2025. Sedangkan untuk periode RPJMN 2025–2029, akumulasi investasi diharapkan mampu menyentuh angka Rp13.032,8 triliun.

Baca Juga: Realisasi Investasi Sepanjang 2025 Capai Rp1.931 Triliun, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

Rosan menekankan, bahwa posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan non-blok menjadi daya tarik tersendiri di tengah ketidakpastian global yang sedang terjadi.

"Memang walaupun di tengah tantangan meningkatnya geopolitik maupun ekonomi akhir-akhir ini, tetapi justru kita melihat bahwa ini kesempatan juga selalu terbuka karena Indonesia adalah negara yang diterima oleh semua negara karena sesuai dengan kebijakan foreign policy kita yang terbuka dan non-alignment," jelasnya.

Guna menjaga minat investor global, pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem perizinan dan memberikan kepastian regulasi. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko ketidakpastian bagi pelaku usaha serta memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kondusif meski kondisi ekonomi dunia sedang bergejolak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Rekomendasi
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved