Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Kamis, 16 April 2026 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi relatif meskipun sudah dikonsolidasi kinerjanya gak berubah. Sugar Co itu kalau digabung keseluruhannya lahan yang dimiliki kalau saya gak salah ingat itu hanya 51 ribu. Nah itu kira-kira berapa persen dari kebutuhan tebu hanya 10%. Sisanya 90%,” jelasnya.
Sejak tahun 2020 di petani bertembang sistem beli putus. Petani menjual tebunya ke pabrik gula dan langsung dibayar, tidak harus menggiling jual gula menjadi gula dan bagi hasil. Perkembangan baru ini mengharuskan pabrik gula punya kemampuan finansial yang memadai. Pabrik gula BUMN harus bersaing dengan pabrik gula swasta yang mampu membeli tebu dengan harga lebih tinggi.
“Sebenarnya petani itu, apapun dia makhluk ekonomi yang rasional, ya jadi kalau kebijakan pemerintah tidak memberikan kepastian tidak memberikan insentif ekonomi yang baik, pasti dia exit dari pemerintah,” pungkasnya.
Sejak tahun 2020 di petani bertembang sistem beli putus. Petani menjual tebunya ke pabrik gula dan langsung dibayar, tidak harus menggiling jual gula menjadi gula dan bagi hasil. Perkembangan baru ini mengharuskan pabrik gula punya kemampuan finansial yang memadai. Pabrik gula BUMN harus bersaing dengan pabrik gula swasta yang mampu membeli tebu dengan harga lebih tinggi.
“Sebenarnya petani itu, apapun dia makhluk ekonomi yang rasional, ya jadi kalau kebijakan pemerintah tidak memberikan kepastian tidak memberikan insentif ekonomi yang baik, pasti dia exit dari pemerintah,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :