Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun

Kamis, 16 April 2026 - 22:05 WIB
loading...
Dampak Perang Iran,...
Harga beras di Asia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun seiring meningkatnya biaya produksi akibat konflik Iran yang mendorong kenaikan harga energi dan pupuk. FOTO/NYTimes
A A A
BANGKOK - Harga beras di Asia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun seiring meningkatnya biaya produksi akibat konflik Iran yang mendorong kenaikan harga energi dan pupuk. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan, terutama di tengah tekanan musim kering dan penundaan tanam oleh petani.

"Sejumlah petani di Thailand telah menunda penanaman beras karena keuntungan mereka tidak cukup menutupi biaya yang membengkak," ujar Analis Komoditas Senior Rabobank Singapura, Oscar Tjakra, dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Komoditas Dunia

Harga beras putih Thailand, yang menjadi acuan pasar Asia, tercatat naik sekitar 10% menjadi USD423 per ton pada pekan yang berakhir 8 April. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak Agustus 2023, sekaligus menandai tekanan baru pada pasar pangan global.



Lonjakan harga tersebut terjadi di tengah kenaikan biaya input pertanian, terutama bahan bakar dan pupuk, yang terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mulai memengaruhi keputusan produksi petani dan berpotensi mengganggu stabilitas pasokan beras di kawasan.

Selain faktor biaya, musim kering berkepanjangan turut memperburuk situasi dengan menekan hasil panen. Kondisi ini memperketat pasokan di saat petani tengah memasuki masa panen tanaman luar musim dan bersiap untuk musim tanam utama pada Mei.

Baca Juga: Pakar: Indonesia Berisiko Terseret Konflik Jika Izinkan Wilayahnya Diakses Jet Tempur AS

Tjakra menambahkan, penguatan nilai tukar baht Thailand, serta kenaikan biaya logistik dan asuransi akibat konflik, turut memperbesar tekanan harga di pasar. Faktor-faktor tersebut membuat biaya distribusi meningkat dan memperlemah daya saing ekspor.

Thailand merupakan eksportir beras terbesar ketiga di dunia, sehingga dinamika produksi dan harga di negara tersebut memiliki dampak signifikan terhadap pasar global. Meski terdapat sinyal potensi meredanya konflik setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kemungkinan mengakhiri perang, pemulihan pasokan energi global diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Akibatnya, biaya input pertanian berpotensi tetap tinggi dalam jangka menengah, yang dapat menekan produksi dan menjaga harga beras tetap berada pada level tinggi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Rekomendasi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved