Direksi Borong Saham BBCA, Sinyal Rebound di Tengah Gejolak Pasar
Sabtu, 18 April 2026 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan analisis nilai perusahaan, valuasi BBCA saat ini dianggap tidak lumrah jika dibandingkan dengan deretan bank digital. Meski BCA secara konsisten mencetak laba puluhan triliun rupiah dengan jaringan CASA yang dominan, rasio harga terhadap laba (Price to Earnings Ratio/PER) perusahaan justru berada jauh di bawah valuasi bank-bank baru. Kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan antara kinerja keuangan yang mapan dengan apresiasi pasar saat ini.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Naik Tipis ke 7.663, Ada 365 Saham Menghijau
Rendy menambahkan potensi kenaikan modal (capital gain) kini terbuka lebar mengingat profil risiko BBCA yang relatif rendah namun memiliki kapasitas pertumbuhan laba yang cepat. Secara historis, BBCA sering kali diperdagangkan pada level PER 18 hingga 20 kali. Jika pasar mulai melakukan penyesuaian menuju level rata-rata tersebut, maka harga saham diprediksi akan mengalami koreksi positif dalam waktu dekat.
Dengan fundamental yang terjaga dan efisiensi yang tinggi, target harga untuk menembus level psikologis Rp10.000 per lembar saham dalam beberapa bulan ke depan dipandang sebagai skenario yang sangat realistis. Sebelumnya, saham emiten berkode BBCA pernah mencatatkan rekor tertinggi (All-Time High) yang hampir menyentuh angka Rp11.000 per lembar sehingga ruang kenaikan harga masih sangat terbuka bagi para investor.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Naik Tipis ke 7.663, Ada 365 Saham Menghijau
Rendy menambahkan potensi kenaikan modal (capital gain) kini terbuka lebar mengingat profil risiko BBCA yang relatif rendah namun memiliki kapasitas pertumbuhan laba yang cepat. Secara historis, BBCA sering kali diperdagangkan pada level PER 18 hingga 20 kali. Jika pasar mulai melakukan penyesuaian menuju level rata-rata tersebut, maka harga saham diprediksi akan mengalami koreksi positif dalam waktu dekat.
Dengan fundamental yang terjaga dan efisiensi yang tinggi, target harga untuk menembus level psikologis Rp10.000 per lembar saham dalam beberapa bulan ke depan dipandang sebagai skenario yang sangat realistis. Sebelumnya, saham emiten berkode BBCA pernah mencatatkan rekor tertinggi (All-Time High) yang hampir menyentuh angka Rp11.000 per lembar sehingga ruang kenaikan harga masih sangat terbuka bagi para investor.
(nng)
Lihat Juga :