Purbaya Bocorkan Nasib Utang Whoosh: Indonesia-China Sama-sama Menderita
Rabu, 22 April 2026 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Dia sempat merefleksikan kendala koordinasi pada masa awal pembangunan yang sempat menyebabkan keterlambatan signifikan. Ia mengungkapkan bahwa pihak pengembang, terutama dari pihak China, sempat mengalami kebingungan akibat minimnya pengawalan proyek dari instansi terkait pada masa lalu.
Menkeu menyoroti adanya kebuntuan manajemen yang mengakibatkan progres pembebasan lahan hanya mencapai 4 kilometer dalam kurun waktu hampir dua tahun. Hal ini dipicu oleh lemahnya konsolidasi manajemen antara pihak domestik dan mitra asing saat proyek pertama kali digulirkan.
Ia menambahkan, masalah "pingpong" tanggung jawab antarinstansi, seperti antara kementerian BUMN dan kementerian teknis, menjadi penghambat utama di masa lalu. Namun, saat ini pemerintah berkomitmen untuk melakukan pengawalan ketat terhadap setiap Proyek Strategis Nasional (PSN) agar hambatan serupa tidak terulang kembali.
Terkait teknis pengumuman hasil restrukturisasi, Purbaya menyatakan bahwa keterlibatan pihak China dalam seremoni pengumuman bersifat fleksibel. Namun, ia menekankan bahwa secara substansi, kedua negara berada dalam posisi yang setara dalam menanggung risiko investasi pada proyek transportasi modern ini.
"Sama-samalah, mereka juga investasi di sini. Ketika ada rugi, perusahaan China juga rugi. Kita tanggung berapa persen, mereka berapa persen, jadi sama-sama merasa menderita," jelas Purbaya.
Menkeu menyoroti adanya kebuntuan manajemen yang mengakibatkan progres pembebasan lahan hanya mencapai 4 kilometer dalam kurun waktu hampir dua tahun. Hal ini dipicu oleh lemahnya konsolidasi manajemen antara pihak domestik dan mitra asing saat proyek pertama kali digulirkan.
Ia menambahkan, masalah "pingpong" tanggung jawab antarinstansi, seperti antara kementerian BUMN dan kementerian teknis, menjadi penghambat utama di masa lalu. Namun, saat ini pemerintah berkomitmen untuk melakukan pengawalan ketat terhadap setiap Proyek Strategis Nasional (PSN) agar hambatan serupa tidak terulang kembali.
Terkait teknis pengumuman hasil restrukturisasi, Purbaya menyatakan bahwa keterlibatan pihak China dalam seremoni pengumuman bersifat fleksibel. Namun, ia menekankan bahwa secara substansi, kedua negara berada dalam posisi yang setara dalam menanggung risiko investasi pada proyek transportasi modern ini.
"Sama-samalah, mereka juga investasi di sini. Ketika ada rugi, perusahaan China juga rugi. Kita tanggung berapa persen, mereka berapa persen, jadi sama-sama merasa menderita," jelas Purbaya.
Lihat Juga :