Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia April 2026 Versi Forbes Advisor, Rupiah Nomor Berapa?

Sabtu, 25 April 2026 - 09:44 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Rial tetap menjadi yang terlemah di dunia. Penutupan Selat Hormuz dan blokade total pelabuhan oleh AS membuat ekonomi Iran terkunci, memaksa nilai Rial jatuh ke titik nadir.

2. Pound Lebanon (LBP)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±89.500 – 90.000 LBP
Pound Lebanon jatuh akibat krisis ekonomi yang sudah berlangsung sejak 2019, ditandai runtuhnya sistem perbankan, gagal bayar utang negara, serta cadangan devisa yang menipis. Instabilitas politik yang berkepanjangan juga mempercepat hilangnya kepercayaan investor dan masyarakat terhadap mata uang ini.

3. Dong Vietnam (VND)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±26.300 – 26.400 VND
Berbeda dari negara lain, nilai dong Vietnam yang rendah lebih dipengaruhi kebijakan pemerintah yang sengaja menjaga mata uang tetap lemah untuk mendukung daya saing ekspor. Intervensi bank sentral serta ketergantungan pada perdagangan global membuat nilai tukarnya stabil rendah, bukan karena krisis ekonomi.

4. Kip Laos (LAK)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±22.000 – 22.200 LAK
Kip Laos tertekan oleh utang luar negeri yang tinggi, terutama dari proyek infrastruktur, serta inflasi yang meningkat akibat depresiasi mata uang. Ketergantungan pada impor energi dan terbatasnya cadangan devisa membuat Laos sulit menahan pelemahan lebih lanjut.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±Rp17.150 – Rp17.190
Pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor global, seperti kenaikan suku bunga di Amerika Serikat yang mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain itu, sentimen pasar global dan ketergantungan pada investasi asing turut memberi tekanan, meski fundamental ekonomi domestik relatif stabil.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±12.200 – 12.400 UZS
Som Uzbekistan melemah karena proses transisi ekonomi yang belum sepenuhnya matang sejak era pasca-Soviet. Inflasi yang masih relatif tinggi serta kebijakan liberalisasi mata uang yang bertahap turut memengaruhi stabilitas nilai tukarnya.

7. Franc Guinea (GNF)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±8.700 – 8.900 GNF
Franc Guinea tertekan oleh ketergantungan pada ekspor komoditas seperti bauksit dan emas, yang membuatnya sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global. Selain itu, kondisi politik yang tidak stabil dan lemahnya infrastruktur ekonomi memperparah pelemahan mata uang.

8. Franc Burundi (BIF)

Nilai tukar: 1 USD ≈ ±2.900 – 3.050 BIF
Franc Burundi melemah karena struktur ekonomi yang masih sangat terbatas dan bergantung pada sektor pertanian, khususnya kopi dan teh. Minimnya cadangan devisa serta keterisolasian ekonomi membuat negara ini sulit menjaga stabilitas nilai tukar.

9. Ariary Malagasy (MGA)

Nilai tukar: 1 USD ≈ 4.177,54 MGA
Diperkenalkan pada tahun 1961, ariary Malagasy adalah mata uang Madagascar yang secara resmi menggantikan franc pada tahun 2005. Satu ariary saat ini bernilai USD0,000239, sehingga satu dolar bernilai 4.177,54 ariary.

Madagascar adalah negara kepulauan yang terletak di lepas pantai tenggara Afrika. Pertanian, termasuk penanaman rafia, pertambangan, perikanan, dan kehutanan adalah elemen utama ekonomi negara ini. Ekspor utama termasuk vanila, nikel logam, dan cengkeh.

10. Guarani Paraguay (PYG)

Nilai tukar: 1 USD ≈ 6.485,51 PYG
Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1952, guarani Paraguay saat ini bernilai USD0,000154 sehingga USD1 bernilai 6.485,51 guarani. Paraguay adalah negara tanpa pantai, berbatasan dengan Brasil, Argentina, dan Bolivia.

Negara ini merupakan produsen utama kedelai, pengganti gula stevia, daging sapi, dan jagung. Mata uang ini berada di bawah tekanan akibat inflasi tinggi, korupsi, dan mata uang palsu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved