Penumpukan Kapal di Selat Hormuz Picu Defisit Minyak Global 700 Juta Barel
Senin, 27 April 2026 - 21:59 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol menyebut gangguan ini sebagai ancaman terbesar terhadap keamanan energi global. Dunia diperkirakan kehilangan sekitar 13 juta barel minyak per hari, melampaui dampak krisis energi pada 1970-an hingga gangguan pasokan gas Rusia pada 2022.
Meski gencatan senjata telah diperpanjang, jalur pelayaran di Selat Hormuz masih terhambat akibat blokade ganda oleh pihak yang berkonflik. Data pelayaran menunjukkan hanya segelintir kapal tanker yang mampu melintas setiap hari, jauh di bawah rata-rata sebelum konflik yang mencapai lebih dari 100 kapal per hari.
Baca Juga: Kelangkaan Solar dan Asam Sulfat Meluas, Ancam Industri Tambang Global
Dampak signifikan juga dirasakan negara produsen minyak, seperti Irak, yang mengalami penurunan produksi hingga 70% di wilayah selatan. Penurunan tersebut turut menekan ekspor dan pendapatan negara dalam waktu singkat.
Kpler memperingatkan total pasokan minyak yang hilang berpotensi mendekati satu miliar barel jika gangguan berlanjut. Dalam skenario terburuk, harga minyak dapat melonjak hingga USD190 per barel, bahkan berisiko menembus USD200 per barel apabila krisis berkepanjangan. Dalam jangka pendek, pasar energi dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan tinggi hingga distribusi kembali normal.
Meski gencatan senjata telah diperpanjang, jalur pelayaran di Selat Hormuz masih terhambat akibat blokade ganda oleh pihak yang berkonflik. Data pelayaran menunjukkan hanya segelintir kapal tanker yang mampu melintas setiap hari, jauh di bawah rata-rata sebelum konflik yang mencapai lebih dari 100 kapal per hari.
Baca Juga: Kelangkaan Solar dan Asam Sulfat Meluas, Ancam Industri Tambang Global
Dampak signifikan juga dirasakan negara produsen minyak, seperti Irak, yang mengalami penurunan produksi hingga 70% di wilayah selatan. Penurunan tersebut turut menekan ekspor dan pendapatan negara dalam waktu singkat.
Kpler memperingatkan total pasokan minyak yang hilang berpotensi mendekati satu miliar barel jika gangguan berlanjut. Dalam skenario terburuk, harga minyak dapat melonjak hingga USD190 per barel, bahkan berisiko menembus USD200 per barel apabila krisis berkepanjangan. Dalam jangka pendek, pasar energi dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan tinggi hingga distribusi kembali normal.
(nng)
Lihat Juga :