Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu

Selasa, 28 April 2026 - 15:50 WIB
loading...
Barat Kalah Berani?...
Di saat perusahaan pelayaran Barat masih gemetar menghadapi ancaman serangan dan blokade, pemilik kapal asal Asia diprediksi akan menjadi yang pertama berani menerobos Selat Hormuz. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Peta kekuatan di jalur energi tersibuk dunia, Selat Hormuz mulai bergeser. Di saat perusahaan pelayaran Barat masih gemetar menghadapi ancaman serangan dan blokade, pemilik kapal asal Asia diprediksi akan menjadi yang pertama berani menerobos selat tersebut di tengah gencatan senjata AS-Iran yang rapuh.

Dalam pertemuan FT Commodities Global Summit di Swiss, para eksekutif pelayaran mengungkapkan bahwa kapal-kapal dari China, India, dan Irak memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dan siap membayar uang retribusi kepada Iran-hal yang tabu bagi perusahaan Barat karena takut terkena sanksi AS .

Ratusan kapal tanker dan kargo telah terjebak di dalam Teluk sejak akhir Februari, memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah. Namun perusahaan pelayaran Asia memiliki kartu as yang tidak dimiliki perusahaan swasta Barat.

Baca Juga: 1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi

"Bagi perusahaan yang bersedia mengabaikan sanksi OFAC (Departemen Keuangan AS), mereka bisa lewat jika ada komunikasi antar-pemerintah. Apakah angkatan laut India atau China bisa mengirim konvoi? Ya, kemungkinan besar bisa," ujar Larry Johnson, kepala pengiriman global di Mercuria.



Beberapa kapal tanker dan kapal kargo disebutkan berhasil melarikan diri dari Teluk pada Sabtu lalu, tetapi Iran dengan cepat menghentikan pergerakan tersebut dengan melayangkan tembakan dan menyuruh kapal-kapal lain untuk kembali ke Teluk. Setidaknya tiga kapal kontainer terkena tembakan.

Senada dengan itu CEO SwissMarine, Peter Weernink memprediksi bahwa dalam beberapa minggu ke depan kita akan mulai melihat kapal-kapal Asia melintas, sementara kapal Barat tetap tertahan. Baca Juga: Bahlil Lapor Prabowo soal Pasokan BBM RI, Begini Kondisinya

Teheran semakin memperketat cengkeramannya dengan memberlakukan tarif tol bagi kapal yang melintas. Penagihan dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)-entitas yang masuk dalam daftar sanksi AS.

Kapal-kapal yang bisa melintasi Selat Hormuz cenderung merupakan kapal milik pemerintah yang memperoleh manfaat dari komunikasi antar pemerintah dengan Iran atau dukungan angkatan laut, yang tidak dimiliki oleh pedagang komersial.

Kondisi ini menciptakan dilema besar bagi perusahaan Barat, karena membayar pungutan ke Iran dianggap melanggar hukum AS. Sementara itu biaya asuransi (Advanced War Risk Premium) melonjak drastis, membuat perjalanan menjadi sangat mahal.

Keamanan kru menjadi salah satu pertimbangan, banyak kru kapal yang menolak melintas karena faktor keselamatan setelah insiden penembakan tiga kapal kontainer oleh pasukan Iran pekan lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Rekomendasi
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Berita Terkini
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved