Rupiah Kian Terpuruk ke Level Terburuk, Dolar AS Tembus Rp17.346

Kamis, 30 April 2026 - 15:55 WIB
loading...
Rupiah Kian Terpuruk...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan menyentuh level terburuk pada perdagangan Kamis (30/4/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan menyentuh level terburuk pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Tekanan berasal dari sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia.

“Kekhawatiran atas skenario blokade berkepanjangan terhadap Iran memperburuk sentimen pasar, terutama terkait gangguan pasokan energi global,” ujar pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Rupiah Terpuruk ke Level Terendah Sepanjang Sejarah, Tembus Rp17.300 per Dolar AS

Rupiah ditutup melemah 20 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp17.346 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu rencana Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang blokade angkatan laut terhadap Iran, yang berpotensi memicu gangguan lebih besar pada jalur distribusi minyak global.

Situasi tersebut diperparah dengan potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons, yang selama ini menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan di jalur tersebut telah memperlambat lalu lintas kapal sejak akhir Februari, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi.



Di sisi lain, harga minyak mentah dunia terus merangkak naik, dengan Brent crude menembus kisaran di atas 120 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di atas 100 dolar AS per barel. Kenaikan ini meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor minyak Indonesia yang mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Rekomendasi
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved