Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:00 WIB
loading...
Negara Ini Mulai Rusuh...
Seorang pria sedang mengisi bahan bakar mobil di sebuah pom bensin di Nairobi, Kenya, pada 4 April 2022. FOTO/Reuters
A A A
NAIROBI - Gelombang protes massal dan aksi mogok transportasi nasional mulai memicu kerusuhan di sejumlah kota utama Kenya setelah pemerintah setempat kembali mengerek tajam harga bahan bakar minyak (BBM). Situasi domestik yang kian memanas ini mengancam kelumpuhan total aktivitas ekonomi serta memutus rantai pasok logistik di negara Afrika Timur tersebut.

"Kementerian Keuangan dan Energi akan bertemu dengan operator transportasi untuk mencari solusi, mengingat harga saat ini sebenarnya sudah disubsidi," ujar Menteri Keuangan Kenya, John Mbadi dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022

Aksi mogok massal yang diinisiasi oleh aliansi sektor transportasi ini dimulai sejak Senin, menyusul instruksi penghentian operasional seluruh armada angkutan umum secara nasional. Akibatnya, sistem mobilisasi publik mandek total, menyebabkan ribuan warga komuter terlantar di jalanan dan terpaksa berjalan kaki sejauh belasan kilometer untuk menuju tempat beraktivitas.

Eskalasi perlawanan berlanjut di ibu kota Nairobi, di mana sekelompok demonstran dan pengemudi angkutan memblokir ruas-ruas jalan protokol serta membakar ban bekas guna menutup akses kota. Bentrokan fisik tak menghindarkan aparat kepolisian setempat untuk bertindak tegas dengan menembakkan gas air mata demi membubarkan massa yang mulai bertindak anarkis.



Krisis energi di Kenya merupakan dampak domino dari ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata di Timur Tengah yang mencekik pasokan minyak mentah dunia. Merespons tekanan global tersebut, otoritas regulasi energi lokal menaikkan harga eceran BBM sebesar 23,5% pekan lalu, menyusul kenaikan signifikan sebesar 24,2% yang sudah diberlakukan pada bulan sebelumnya.

Melalui kebijakan penyesuaian terbaru, harga bensin (super petrol) di Nairobi merangkak naik ke posisi 214,25 shilling Kenya atau setara USD1,66 per liter dari semula 206,97 shilling. Lonjakan paling drastis terjadi pada komoditas solar (diesel) yang melambung dari 196,63 shilling menjadi 242,92 shilling per liter, sedangkan harga minyak tanah bertahan di angka 152,78 shilling.

Baca Juga: Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka

Kondisi ini kian mengkhawatirkan setelah aksi mogok sektor transportasi meluas hingga ke Mombasa, yang merupakan kota pelabuhan terbesar dan pintu gerbang utama logistik Kenya. Penundaan distribusi komoditas dari pelabuhan ini dikhawatirkan memicu efek rembetan (snowball effect) yang memperparah pembengkakan inflasi dan meruntuhkan fondasi ekonomi domestik.

Sebagai negara yang tidak memiliki sumber daya minyak mandiri, Kenya sangat bergantung pada impor pasokan energi dari Timur Tengah melalui skema kerja sama antar-pemerintah dengan produsen di kawasan Teluk. Dampaknya, setiap gejolak harga minyak dunia langsung memukul daya beli masyarakat kecil melalui lonjakan tarif angkutan dan meroketnya harga bahan pangan pokok di pasar global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Rekomendasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
PASTI Indonesia Minta...
PASTI Indonesia Minta KPK Soroti Pengelolaan PDRD Raja Ampat Tahun 2025
Cak Udin Open 2026 Tuntas...
Cak Udin Open 2026 Tuntas Digelar, Bukti Komitmen PKB Majukan Olahraga Rakyat
Berita Terkini
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
LPEU MUI Luncurkan Perumahan...
LPEU MUI Luncurkan Perumahan Merah Putih di Bogor, Terapkan Konsep Syariah Bebas Riba
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved