Corona Makin Ganas, Faisal Basri: Nyawa Lebih Berharga dari Ekonomi

Minggu, 20 September 2020 - 21:26 WIB
loading...
Corona Makin Ganas,...
Pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Indef Faisal Basri meminta pemerintah serius mengendalikan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat tajam. Pihaknya menyebut dalam kurun waktu 14 hari penularan wabah menembus angka 250.000 kasus lebih ganas dari pertama kali dalam kurun waktu 115 hari menginfeksi 50.000 orang.

"Pertama itu butuh 115 hari dengan 50.000 kasus positif. Sementara saat ini 250.000 kasus hanya butuh waktu 14 hari," ujar Faisal saat webinar bertajuk Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi, di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Baca Juga: Pak Jokowi! Pengusaha Hotel Rebutan Pasien Covid-19 Nih..

Menurut dia apabila pemerintah tidak serius mengatasi semakin mengganasnya penularan virus corona maka angka positif bisa menembus 1 juta kasus. Faisal memastikan angka kematian manusia akan lebih banyak. "Kasus naik, maka angka kematian juga naik. Selamatkan rakyat. Ekonomi bisa pulih, tapi nyawa manusia tidak bisa dipulihkan," ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan, rendahnya realisasi test Covid-19 bukti bahwa pemerintah tidak serius menangani penyebaran wabah virus corona sehingga bukan alasan meningkatnya angka positif. Bahkan sampai sekarang belum ada Perppu khusus yang menangani Covid-19, hanya ada Perppu yang menangani APBN dan sektor keuangan."Virus ini sangat bahaya sekali, sehingga butuh panglima perang yang harus full time dan bukan kerja sambilan. Covid-19 ini sumber utama ketidakpastian," ujarnya.

Baca Juga: Terungkap! Super Holding BUMN, Ahok Ingin Jokowi Pimpin Langsung Pertamina

Dia juga menyebutkan, kepercayaan masyarakat dan dunia usaha juga bergantung pada upaya pemerintah mengendalikan wabah. "Jika pemerintah mampu mengendalikan wabah dengan serangkaian tindakan jujur dan langkah yang terukur masyarakat akan lebih percaya diri begitu juga dengan dunia usaha," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Sri Mulyani Kenang Ekonom...
Sri Mulyani Kenang Ekonom Faisal Basri saat Masih Jadi Peneliti di UI
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Deretan Jabatan yang...
Deretan Jabatan yang Pernah Diemban Faisal Basri
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Presiden Prabowo Siapkan...
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Strategis untuk Dorong Ekonomi Nasional
Ridwan Kamil Ceritakan...
Ridwan Kamil Ceritakan Sosok Faisal Basri, Beliau Guru Saya
Rekomendasi
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved