Proyek Fatty Acid Rp3,77 Triliun di Bontang Ditawarkan ke Investor
Kamis, 21 Mei 2026 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Dengan potensi bahan baku yang melimpah, produksi Crude Palm Oil (CPO) di wilayah tersebut mencapai sekitar 3,8 juta ton per tahun. Pabrik yang direncanakan memiliki kapasitas produksi 91,2 ribu ton per tahun dengan kebutuhan bahan baku sekitar 45 ribu ton CPO.
Baca Juga: IPC TPK Bukukan Arus Petikemas 1,15 Juta TEUs hingga April 2026
Dari sisi kelayakan investasi, proyek ini menawarkan indikator finansial yang kompetitif, antara lain nilai Net Present Value (NPV) mencapai sekitar USD 985 juta, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,60%, serta periode pengembalian modal (payback period) sekitar 6 tahun 8 bulan.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif untuk menarik minat investor, termasuk kemudahan perizinan melalui sistem OSS berbasis risiko, insentif fiskal, serta dukungan regulasi lainnya. Selain itu, proyek ini diperkirakan dapat menyerap sekitar 300 tenaga kerja lokal.
Aspian menegaskan, pihaknya berkomitmen mengawal realisasi investasi tersebut agar memberikan dampak ekonomi nyata, baik bagi daerah maupun nasional. "Kehadiran industri ini diharapkan memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri strategis, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi ekspor produk hilir bernilai tambah," ujarnya.
Baca Juga: IPC TPK Bukukan Arus Petikemas 1,15 Juta TEUs hingga April 2026
Dari sisi kelayakan investasi, proyek ini menawarkan indikator finansial yang kompetitif, antara lain nilai Net Present Value (NPV) mencapai sekitar USD 985 juta, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,60%, serta periode pengembalian modal (payback period) sekitar 6 tahun 8 bulan.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif untuk menarik minat investor, termasuk kemudahan perizinan melalui sistem OSS berbasis risiko, insentif fiskal, serta dukungan regulasi lainnya. Selain itu, proyek ini diperkirakan dapat menyerap sekitar 300 tenaga kerja lokal.
Aspian menegaskan, pihaknya berkomitmen mengawal realisasi investasi tersebut agar memberikan dampak ekonomi nyata, baik bagi daerah maupun nasional. "Kehadiran industri ini diharapkan memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri strategis, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi ekspor produk hilir bernilai tambah," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :