Peluncuran Kiranas Mendorong Peran Dunia Usaha dalam Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:37 WIB
loading...
Peluncuran Kiranas Mendorong...
Bertepatan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, IBCSD resmi meluncurkan Rencana Aksi Bisnis Indonesia untuk Keanekaragaman Hayati (Kiranas) 2026–2028. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bertepatan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) resmi meluncurkan Rencana Aksi Bisnis Indonesia untuk Keanekaragaman Hayati (Kiranas) 2026–2028, yang disusun bersama Business for Nature. Dokumen ini menjadi peta jalan implementasi untuk membantu dunia usaha dalam mendukung perlindungan dan pemulihan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Sebagai negara megabiodiversitas dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kekayaan ekosistem yang menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat sekaligus berbagai sektor ekonomi. Bagi dunia usaha, keanekaragaman hayati berperan penting dalam menjaga keberlanjutan operasional, mulai dari ketersediaan bahan baku, ketahanan rantai pasok, hingga jasa ekosistem seperti air dan kesuburan lahan.

Namun tekanan terhadap keanekaragaman hayati terus meningkat. Pada 2024, sekitar 16,8% ekosistem mangrove dan 28,9% terumbu karang di Indonesia tercatat dalam kondisi rusak, sementara angka deforestasi netto mencapai 175,4 ribu hektar. Hilangnya keanekaragaman hayati terus dipercepat oleh perubahan penggunaan lahan, eksploitasi sumber daya alam, polusi, perubahan iklim, serta kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis

Di tengah kondisi tersebut, dunia usaha dihadapkan pada kebutuhan untuk mengintegrasikan aspek keanekaragaman hayati ke dalam strategi bisnis, seiring meningkatnya tuntutan pasar, investor, dan rantai pasok global. Akan tetapi, banyak perusahaan masih menghadapi kesenjangan antara komitmen dan implementasi di tingkat operasional.

Kiranas dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui pendekatan yang terstruktur, Kiranas membantu perusahaan dalam menilai risiko dan ketergantungan terhadap keanekaragaman hayati, menetapkan prioritas aksi, serta mengintegrasikan prinsip nature-positive ke dalam pengambilan keputusan bisnis.



“Keanekaragaman hayati semakin menjadi isu strategis bagi dunia usaha. Di tengah perubahan iklim, dinamika rantai pasok global, serta meningkatnya standar keberlanjutan internasional, perusahaan dituntut untuk membangun model bisnis yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga tangguh dan bertanggung jawab terhadap alam,” ujar Honorary Trustee IBCSD, Shinta W Kamdani.

KIRANAS turut membantu memastikan dunia usaha bisa mewujudkan aksi bisnis yang selaras dengan berbagai agenda pembangunan, termasuk RPJMN 2025–2029, IBSAP 2025–2045, FOLU Net Sink 2030, serta target Net Zero Emission 2060, sekaligus merespons kerangka global seperti Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (KMGBF).

Baca Juga: Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Akses Pembiayaan Berkelanjutan melalui Sustainable Bonds & Sukuk

Sejalan dengan hal tersebut, Nizhar Marizi, Ph.D., Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, menyampaikan, “Pengelolaan keanekaragaman hayati tidak dapat dipandang semata sebagai agenda lingkungan, melainkan sebagai bagian integral dari arah pembangunan nasional menuju ekonomi yang tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan.”

Sementara itu, Pallavi Kalita, Asia Lead for Business for Nature, Conservation International APAC, menambahkan, “Salah satu tantangan yang dihadapi dunia usaha adalah menerjemahkan komitmen global terkait keanekaragaman hayati menjadi aksi nyata".

"KIRANAS menjawab tantangan tersebut secara langsung dengan menyediakan peta jalan yang terstruktur bagi perusahaan di Indonesia untuk menghubungkan operasional bisnis mereka dengan target keanekaragaman hayati di tingkat nasional maupun global. Business for Nature bangga dapat mendukung upaya ini dan berharap KIRANAS dapat menginspirasi inisiatif serupa di berbagai wilayah,” sambungnya.

KIRANAS juga menekankan pentingnya aksi kolektif melalui penguatan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, KIRANAS mendorong interoperabilitas pelaporan keberlanjutan dengan menyelaraskan berbagai kerangka yang terfragmentasi, tanpa menambah kewajiban baru.

Dalam implementasi KIRANAS, Indonesia Business & Biodiversity Platform (IBBP) yang diinisiasi oleh IBCSD berperan sebagai platform kolaborasi dan agregasi data. Platform ini mendukung harmonisasi pelaporan, pertukaran pengetahuan, serta konsolidasi kontribusi sektor swasta terhadap target IBSAP.

Ke depan, implementasi KIRANAS akan difokuskan pada penguatan kapasitas, pengembangan pilot project, serta penyediaan ruang berbagi pembelajaran melalui Indonesia Business and Biodiversity Platform (IBBP). Dengan demikian, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengintegrasikan prinsip nature-positive dalam operasionalnya dan berkontribusi terhadap pencapaian target keanekaragaman hayati nasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Rekomendasi
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved