Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
Senin, 25 Mei 2026 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Anjloknya harga minyak ke titik terendah sejak 7 Mei lalu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan pada akhir pekan. Trump mengklaim bahwa Washington dan Iran "sebagian besar telah menegosiasikan" nota kesepahaman (memorandum of understanding) menuju kesepakatan damai.
Baca Juga: BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Jika kesepakatan ini diteken, Selat Hormuz -jalur laut sempit yang mengalirkan seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum perang pecah- akan kembali dibuka untuk pelayaran internasional.
Secara psikologis, pasar finansial selalu bereaksi lebih cepat terhadap rumor perdamaian karena semua negara sudah lelah menghadapi tingginya biaya hidup akibat perang. "Meski masih banyak risiko yang membayangi, saat ini sudah ada cahaya di ujung terowongan yang membawa kelegaan jangka pendek bagi harga minyak," ungkap Saul Kavonic, analis dari MST Marquee.
Namun pelaku investasi tetap diminta waspada. Karakter kepemimpinan Trump yang dinamis kembali terlihat ketika ia buru-buru mendinginkan suasana pada hari Minggu. Trump menyatakan bahwa kedua belah pihak sebenarnya masih berbeda pandangan pada beberapa isu krusial, dan ia telah menginstruksikan tim delegasinya untuk tidak terburu-buru menandatangani kesepakatan.
Di sisi lain, para ahli industri mengingatkan bahwa pemulihan pasokan energi tidak akan terjadi dalam semalam. Butuh waktu berbulan-bulan agar arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz kembali normal, belum lagi waktu yang diperlukan untuk memperbaiki berbagai fasilitas kilang minyak dan gas yang rusak akibat gempuran konflik.
Baca Juga: BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Jika kesepakatan ini diteken, Selat Hormuz -jalur laut sempit yang mengalirkan seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum perang pecah- akan kembali dibuka untuk pelayaran internasional.
Secara psikologis, pasar finansial selalu bereaksi lebih cepat terhadap rumor perdamaian karena semua negara sudah lelah menghadapi tingginya biaya hidup akibat perang. "Meski masih banyak risiko yang membayangi, saat ini sudah ada cahaya di ujung terowongan yang membawa kelegaan jangka pendek bagi harga minyak," ungkap Saul Kavonic, analis dari MST Marquee.
Namun pelaku investasi tetap diminta waspada. Karakter kepemimpinan Trump yang dinamis kembali terlihat ketika ia buru-buru mendinginkan suasana pada hari Minggu. Trump menyatakan bahwa kedua belah pihak sebenarnya masih berbeda pandangan pada beberapa isu krusial, dan ia telah menginstruksikan tim delegasinya untuk tidak terburu-buru menandatangani kesepakatan.
Di sisi lain, para ahli industri mengingatkan bahwa pemulihan pasokan energi tidak akan terjadi dalam semalam. Butuh waktu berbulan-bulan agar arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz kembali normal, belum lagi waktu yang diperlukan untuk memperbaiki berbagai fasilitas kilang minyak dan gas yang rusak akibat gempuran konflik.
(akr)
Lihat Juga :