Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Senin, 25 Mei 2026 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Kelesuan ekonomi ini juga menjalar ke wilayah Banten, khususnya di Serang dan Tangerang. Sektor sepatu dan tekstil menjadi yang paling terdampak. Perusahaan-perusahaan seperti PT Sinhwa Bis, PT Lung Cheong, dan PT PWI tercatat telah merumahkan ratusan karyawannya.
Bahkan, raksasa produsen sepatu PT Nikomas Gemilang mulai melakukan efisiensi dengan mem-PHK 279 orang karyawannya pada bulan Mei ini. Penurunan daya beli masyarakat menjadi hantaman tersendiri bagi sektor otomotif yang sangat bergantung pada bahan baku impor. Hal ini terlihat jelas dari lesunya permintaan kendaraan di pasar domestik yang memicu penutupan unit usaha di daerah.
"Di Sidoarjo, CV Asri yang bergerak di bidang showroom mobil dan perbengkelan sudah mem-PHK 200 orang karena tidak kuat bertahan akibat permintaan mobil yang rendah, yang dipicu kenaikan harga jual imbas melemahnya Rupiah terhadap Dolar," jelasnya.
Baca Juga: Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Iqbal menggarisbawahi tiga faktor utama penyebab badai PHK ini. Pertama, konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang melambungkan harga BBM industri. Kedua, anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang menyebabkan ongkos produksi membengkak karena mayoritas bahan baku masih mengandalkan impor. Ketiga, lesunya pasar global yang memukul kinerja ekspor Indonesia.
Lihat Juga :