Harga Minyak Mentah Meroket dalam Hitungan Jam usai AS Serang Iran Lagi
Kamis, 28 Mei 2026 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Secara psikologis, pasar finansial saat ini berada dalam kondisi frustrasi karena ketidakpastian yang ekstrem. Investor seolah dipermainkan oleh sentimen yang berubah 180 derajat hanya dalam waktu 24 jam.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
Hari Rabu pasar optimistis akan adanya perdamaian, namun hari Kamis mereka dipaksa menghadapi kenyataan bahwa senjata masih berbicara di lapangan. "Pasokan minyak global saat ini sebenarnya masih sangat ketat, dan poin-poin krusial dalam negosiasi damai kedua negara ternyata belum benar-benar selesai," ungkap Daniel Hynes, pakar strategi komoditas dari ANZ Bank.
Kondisi ini diperparah oleh situasi domestik di AS. Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan cadangan minyak mentah komersial AS menyusut sebanyak 2,8 juta barel pekan lalu. Ini merupakan penurunan cadangan selama enam minggu berturut-turut, membuktikan bahwa dunia sedang mengalami defisit pasokan energi yang nyata.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
Hari Rabu pasar optimistis akan adanya perdamaian, namun hari Kamis mereka dipaksa menghadapi kenyataan bahwa senjata masih berbicara di lapangan. "Pasokan minyak global saat ini sebenarnya masih sangat ketat, dan poin-poin krusial dalam negosiasi damai kedua negara ternyata belum benar-benar selesai," ungkap Daniel Hynes, pakar strategi komoditas dari ANZ Bank.
Kondisi ini diperparah oleh situasi domestik di AS. Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan cadangan minyak mentah komersial AS menyusut sebanyak 2,8 juta barel pekan lalu. Ini merupakan penurunan cadangan selama enam minggu berturut-turut, membuktikan bahwa dunia sedang mengalami defisit pasokan energi yang nyata.
(akr)
Lihat Juga :