Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Rabu, 03 Juni 2026 - 18:24 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak telah memicu spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan Fed akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan Juni, tetapi para pedagang terus memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.
Data pada hari Selasa menunjukkan lowongan kerja di AS secara tak terduga meningkat pada bulan April, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke serangkaian indikator ekonomi AS yang akan dirilis pada hari Rabu, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP, survei jasa ISM, dan data pesanan pabrik. Angka-angka ini muncul menjelang laporan nonfarm payrolls yang sangat dinantikan pada hari Jumat.
Dari sisi domestik, sentimen mata uang garuda memburuk setelah inflasi Mei 2026 mencapai 0,28% secara bulanan (MtM), naik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahunan Indonesia mencatatkan inflasi 3,08% secara tahun kalender.
Adapun sejumlah faktor yang dinilai paling memengaruhi pergerakan inflasi Mei 2026 antara lain harga pangan (volatile food), harga energi, harga yang diatur pemerintah (administered prices), serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Data pada hari Selasa menunjukkan lowongan kerja di AS secara tak terduga meningkat pada bulan April, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke serangkaian indikator ekonomi AS yang akan dirilis pada hari Rabu, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP, survei jasa ISM, dan data pesanan pabrik. Angka-angka ini muncul menjelang laporan nonfarm payrolls yang sangat dinantikan pada hari Jumat.
Dari sisi domestik, sentimen mata uang garuda memburuk setelah inflasi Mei 2026 mencapai 0,28% secara bulanan (MtM), naik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahunan Indonesia mencatatkan inflasi 3,08% secara tahun kalender.
Adapun sejumlah faktor yang dinilai paling memengaruhi pergerakan inflasi Mei 2026 antara lain harga pangan (volatile food), harga energi, harga yang diatur pemerintah (administered prices), serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Lihat Juga :