Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD

Rabu, 03 Juni 2026 - 18:24 WIB
loading...
Rupiah Melemah Makin...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026), turun 127,5 poin atau sekitar 0,71% ke level Rp17.966 per dolar AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026), turun 127,5 poin atau sekitar 0,71%ke level Rp17.966 per dolar AS. Pengamat pasar uang , Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu sentimen datang dari investor terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sementara Israel mempertahankan operasi militer di Lebanon selatan, dan Iran menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain.

“Selain itu, pasukan AS melakukan serangan di Pulau Qeshm Iran, menurut Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di X. Pulau tersebut terletak di dekat Selat Hormuz, jalur air vital yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan pada hari Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran. Iran dan Amerika Serikat pekan lalu mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan kerangka kerja sementara untuk menghentikan konflik, tetapi kesepakatan tersebut belum disetujui secara resmi.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar

Media Iran melaporkan bahwa Teheran belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari, yang memicu spekulasi bahwa negosiasi telah terhenti. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan terus berlanjut dan menyatakan keyakinan bahwa kesepakatan masih dapat dicapai.



Kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak telah memicu spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan Fed akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan Juni, tetapi para pedagang terus memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.

Data pada hari Selasa menunjukkan lowongan kerja di AS secara tak terduga meningkat pada bulan April, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga: Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026

Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke serangkaian indikator ekonomi AS yang akan dirilis pada hari Rabu, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP, survei jasa ISM, dan data pesanan pabrik. Angka-angka ini muncul menjelang laporan nonfarm payrolls yang sangat dinantikan pada hari Jumat.

Dari sisi domestik, sentimen mata uang garuda memburuk setelah inflasi Mei 2026 mencapai 0,28% secara bulanan (MtM), naik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahunan Indonesia mencatatkan inflasi 3,08% secara tahun kalender.

Adapun sejumlah faktor yang dinilai paling memengaruhi pergerakan inflasi Mei 2026 antara lain harga pangan (volatile food), harga energi, harga yang diatur pemerintah (administered prices), serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Kemudian neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatat surplus pada April 2026 sebesar USD89,1 juta. Dengan capaian tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus pada April 2026 terutama ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang membukukan surplus sebesar USD3,53 miliar. Namun kalau di lihat secara statistik, surplus perdagangan April menyempit tajam.

Menjadi sorotan tekanan pada daya beli dan ketahanan eksternal akibat pasokan global yang tersendat akibat selat hormuz di blokade oleh pasukan garda revolusi Iran yang sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibuka kembali.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.960-Rp18.030 per dolar AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Rekomendasi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved