Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Jum'at, 05 Juni 2026 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau memang benar ada fenomena itu, di warteg ada perubahan konsumsi, saya akan tambah lagi stimulus kepada perekonomian, itu akan memberi daya beli tambahan ke masyarakat," janji Purbaya.
Sebelumnya, keresahan melanda para pemilik usaha warteg akibat merosotnya omzet penjualan. Dampak dari kenaikan harga bahan pangan dan barang-barang kebutuhan lainnya memaksa konsumen memutar otak dalam mengatur anggaran makan mereka.
Pembeli kini cenderung mematok harga makanan di kisaran Rp10.000-an dan sudah mulai jarang yang bertransaksi di atas Rp20.000.
Konsumen lebih memilih paket lauk pauk di bawah rentang Rp15.000 hingga Rp20.000, seperti menu tahu, tempe, telur balado, aneka gorengan, serta menyiasatinya dengan memperbanyak porsi sayuran.
Menu-menu dengan bahan dasar yang mahal seperti rendang daging sapi, semur sapi, ayam goreng, cumi-cumi hitam, hingga olahan udang kini mulai jarang dilirik oleh pembeli.
Sebelumnya, keresahan melanda para pemilik usaha warteg akibat merosotnya omzet penjualan. Dampak dari kenaikan harga bahan pangan dan barang-barang kebutuhan lainnya memaksa konsumen memutar otak dalam mengatur anggaran makan mereka.
Pembeli kini cenderung mematok harga makanan di kisaran Rp10.000-an dan sudah mulai jarang yang bertransaksi di atas Rp20.000.
Konsumen lebih memilih paket lauk pauk di bawah rentang Rp15.000 hingga Rp20.000, seperti menu tahu, tempe, telur balado, aneka gorengan, serta menyiasatinya dengan memperbanyak porsi sayuran.
Menu-menu dengan bahan dasar yang mahal seperti rendang daging sapi, semur sapi, ayam goreng, cumi-cumi hitam, hingga olahan udang kini mulai jarang dilirik oleh pembeli.
(akr)
Lihat Juga :