Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini

Minggu, 07 Juni 2026 - 12:00 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, Israel juga terus melancarkan agresi militer skala penuh dengan menguasai 70 persen Jalur Gaza dan 35 persen wilayah Lebanon Selatan guna menumpas proksi Hamas dan Hizbullah, meski ditentang oleh Dewan Keamanan PBB dan Iran. Penolakan AS terhadap draf perjanjian damai yang memasukkan klausul posisi Lebanon dan Gaza membuat harga minyak dunia dan dolar AS kian melambung tinggi.

Selain Timur Tengah, ketegangan di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina diproyeksikan belum akan mereda hingga akhir tahun 2026, bahkan berpotensi berlanjut hingga tahun 2027-2028. Kehancuran kota Kiev akibat serangan udara Rusia membuat Presiden Volodymyr Zelensky mendesak pertemuan gencatan senjata dengan Vladimir Putin, sementara Ukraina terus membalas dengan menggempur kilang-kilang strategis Rusia.

Melengkapi sentimen negatif bagi rupiah dan emas, kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi akan tetap bersikap agresif (hawkish). Kondisi ini didukung oleh rilis data tenaga kerja AS pada hari Jumat yang menunjukkan performa di atas ekspektasi pasar.

"Kemudian kebijakan Bank Sentral Amerika sendiri ya kita lihat bahwa data tenaga kerja yang dirilis di hari Jumat ini lebih baik ya lebih bagus dan ini pun juga membuat Bank Sentral Amerika ya kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tinggi dan akan menaikkan suku bunga di kuartal ketiga, di kuartal keempat. Ya sebesar 25 basis point. Nah ini yang membuat apa? Membuat dolar kembali lagi mengalami penguatan sehingga berdampak terhadap penurunan harga emas dunia," tutup Ibrahim.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Rekomendasi
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Berita Terkini
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved