Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem

Senin, 08 Juni 2026 - 06:55 WIB
loading...
A A A
Hemat waktu bisa sampai 2 minggu, kapal kargo tidak perlu lagi mengantre atau memutar jauh, menghemat waktu tempuh hingga 14 hari perjalanan. Keberhasilan ini sebelumnya telah dibuktikan oleh raksasa energi Rusia, Gazprom, saat sukses mengirimkan pasokan gas alam cair (LNG) perdana ke China lewat jalur Arktik.

"Pihak India sangat tertarik dengan proyek ini. Kami memiliki kapasitas bersama yang luar biasa untuk mengembangkan armada kapal pemecah es dan pengiriman kontainer bersama, dan itu sedang berjalan sekarang," tegas Chekunkov.

Ketika Samudera Es Jadi Solusi Krisis Timur Tengah

Mungkin kita tidak pernah membayangkan bahwa jalur pelayaran ekstrem yang dipenuhi bongkahan es raksasa justru dinilai jauh lebih aman dan seksi ketimbang jalur hangat di Timur Tengah. Namun ketakutan global terhadap blokade tanker di Selat Hormuz telah mengubah kalkulasi risiko para pelaku bisnis internasional. Keamanan pasokan kini jauh lebih berharga ketimbang hambatan alam.

Keseriusan India bukan sekadar gertakan di atas kertas. Guna menaklukkan ganasnya perairan Arktik, galangan kapal India saat ini tengah mengebut pembangunan 4 kapal pemecah es (icebreaker) non-nuklir.

Baca Juga: Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis

Langkah ini mempertegas kedekatan hubungan antara Perdana Menteri Narendra Modi dengan pihak Rusia. Keduanya sukses menghidupkan kembali Koridor Maritim Timur (EMC) -jalur dagang era Uni Soviet tahun 1960-an yang sempat mati suri- menjadi jalur logistik super sibuk sejak tahun 2024 lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved