Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Senin, 08 Juni 2026 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Tekanan juga datang dari potensi membengkaknya kebutuhan subsidi energi akibat lonjakan harga minyak dunia menyusul gangguan jalur distribusi di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan kebutuhan devisa dan memperbesar tekanan terhadap fiskal maupun nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS, turun dibandingkan posisi April yang mencapai 146,2 miliar dolar AS. Secara historis, posisi tersebut menjadi yang terendah sejak Juni 2024 atau dalam hampir dua tahun terakhir.
Meski menurun, cadangan devisa tersebut masih setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, sehingga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa saat ini masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Berdasarkan perkembangan tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi berada dalam rentang Rp18.180 hingga Rp18.230 per dolar AS.
Baca Juga: Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS, turun dibandingkan posisi April yang mencapai 146,2 miliar dolar AS. Secara historis, posisi tersebut menjadi yang terendah sejak Juni 2024 atau dalam hampir dua tahun terakhir.
Meski menurun, cadangan devisa tersebut masih setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, sehingga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa saat ini masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Berdasarkan perkembangan tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi berada dalam rentang Rp18.180 hingga Rp18.230 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :