Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:34 WIB
loading...
A A A
Dalam pandangannya, “jika pembatasan yang berkaitan dengan konflik di Selat Hormuz dicabut sekarang, maka mungkin pada akhir tahun harga rata-rata dapat mencapai USD95–96 per barel.”

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun

“Dibutuhkan sekitar enam bulan untuk memulihkan momentum positif. Kemudian dalam waktu satu tahun, kita kemungkinan akan melihat harga di kisaran USD80–85 per barel. Hal ini karena pemulihan pasokan saja membutuhkan waktu dan investasi yang signifikan. Dengan demikian, pada paruh kedua 2027, barulah kita mungkin dapat berbicara mengenai kembalinya pasar pada indikator fundamentalnya. Saya percaya ini merupakan pendekatan yang lebih objektif dalam melihat pembentukan harga,” kata Igor Sechin.

Hal ini menjadi penting bagi Indonesia karena jalur tersebut merupakan salah satu titik lintas energi paling strategis di dunia. Pemerintah Indonesia sebelumnya menyampaikan bahwa potensi penutupan Selat Hormuz dapat memengaruhi pasokan minyak global, termasuk impor minyak Indonesia, karena sebagian impor minyak Pertamina juga melewati kawasan tersebut.

Bagi negara dengan kebutuhan energi besar seperti Indonesia, volatilitas harga minyak tidak hanya menjadi isu sektor energi, tetapi juga dapat memengaruhi biaya logistik, harga bahan bakar, daya beli masyarakat, serta perencanaan kebijakan fiskal dan subsidi energi.

Sechin juga memaparkan ekspektasi dalam skenario berbeda, yaitu jika sanksi baru diberlakukan terhadap minyak Rusia. “Jika 7 juta barel ekspor minyak Rusia ditambahkan ke 16 juta barel yang sudah terdampak oleh pembatasan, maka akan ada tambahan USD100 terhadap level USD150–160,” ujar Sechin.

Namun menurut Igor Sechin, para penyusun proposal sanksi baru perlu memahami bahwa dari 7 juta barel yang disebutkan tersebut, Rusia tetap akan mempertahankan sebagian besar ekspornya.

“Dan kecil kemungkinan rencana mereka akan terlaksana seperti yang mereka inginkan. Level harga yang lebih tinggi akan mengimbangi penurunan volume yang terkena sanksi. Jadi, mungkin mereka sebaiknya tidak mengulangi kesalahan yang sama, karena langkah tersebut bisa saja berbalik merugikan mereka,” kata Sechin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
Rekomendasi
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Berita Terkini
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved