62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Jum'at, 19 Juni 2026 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah pedagang juga melaporkan bahwa setidaknya satu kilang di Korea Selatan menawarkan volume bahan bakar distilat, termasuk solar dan bahan bakar jet, dalam jumlah lebih besar dari biasanya. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penjualan sebelum pembukaan penuh Selat Hormuz yang berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap harga energi.
Baca Juga: AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman 14 poin antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Kesepakatan tersebut mencakup pemulihan aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dukungan rekonstruksi senilai USD300 miliar, serta dimulainya negosiasi selama 60 hari terkait pencabutan sanksi, kerja sama ekonomi, dan program nuklir Iran.
Meski menjadi sinyal positif bagi stabilitas pasokan energi global, pelaku pasar masih mencermati proses negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran. Keberhasilan implementasi kesepakatan tersebut akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pasokan dan harga minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman 14 poin antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Kesepakatan tersebut mencakup pemulihan aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dukungan rekonstruksi senilai USD300 miliar, serta dimulainya negosiasi selama 60 hari terkait pencabutan sanksi, kerja sama ekonomi, dan program nuklir Iran.
Meski menjadi sinyal positif bagi stabilitas pasokan energi global, pelaku pasar masih mencermati proses negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran. Keberhasilan implementasi kesepakatan tersebut akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pasokan dan harga minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang.
(nng)
Lihat Juga :