62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia

Jum'at, 19 Juni 2026 - 08:09 WIB
loading...
A A A
Situasi ini berbanding terbalik dengan kondisi pada awal konflik ketika pasar khawatir terhadap gangguan pasokan global. Saat itu sejumlah kilang meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat (AS), sementara Jepang memanfaatkan cadangan domestik dan China cenderung menahan aktivitas pembelian di pasar internasional.

Di sisi lain, produsen minyak utama di kawasan Teluk seperti Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan Kuwait Petroleum Corporation tetap memasarkan minyak mereka selama periode konflik. Tambahan pasokan tersebut kini diperkirakan akan memperbesar volume minyak yang memasuki pasar setelah Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya.

Para pelaku pasar menilai lonjakan pasokan dapat mendorong kilang untuk menyimpan minyak di tangki operasional atau meningkatkan kapasitas pengolahan guna menyerap tambahan volume yang datang. Kondisi tersebut juga mulai tercermin pada pergerakan harga minyak di pasar internasional.



Kurva harga minyak acuan Timur Tengah seperti Dubai dan Murban telah beralih ke struktur contango untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai, menandakan ekspektasi pasokan yang lebih melimpah di masa mendatang. Minyak Oman juga diperdagangkan dengan diskon terhadap acuan Dubai, berbalik dari kondisi normal yang biasanya berada pada level premium.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Rekomendasi
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved