Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Jum'at, 19 Juni 2026 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan MT Disha ini langsung meruntuhkan dinding ketakutan para pelaku logistik internasional yang selama berbulan-bulan dihantui oleh kecemasan amukan rudal Iran.
Berdasarkan data analitik dari Kpler, arus lalu lintas di Selat Hormuz kini mulai mengalir setetes demi setetes. Setidaknya ada 12 kapal tanker besar terpantau mulai bergerak berani melintasi selat tersebut dalam beberapa hari terakhir, termasuk tiga kapal supertanker milik Arab Saudi dan satu kapal produk milik Iran sendiri.
Tak hanya itu, pemimpin redaksi Lloyd's List, Richard Meade, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal kargo raksasa milik korporasi global seperti Grimaldi Group, Cosco, Knutsen, dan NYK yang sejak Februari lalu terjebak dan terdampar di perairan Teluk, kini sudah mulai bergerak melanjutkan perjalanan.
Sebagai catatan, sebelum perang mereduksi lalu lintas laut hingga di bawah 10%, sekitar 100 kapal melintasi Selat Hormuz setiap harinya. Blokade total yang terjadi sejak Maret bahkan memaksa empat perusahaan kontainer terbesar di dunia —Maersk, MSC, CMA CGM, dan Hapag-Lloyd— untuk menyetop total seluruh operasi mereka di wilayah tersebut.
Berdasarkan data analitik dari Kpler, arus lalu lintas di Selat Hormuz kini mulai mengalir setetes demi setetes. Setidaknya ada 12 kapal tanker besar terpantau mulai bergerak berani melintasi selat tersebut dalam beberapa hari terakhir, termasuk tiga kapal supertanker milik Arab Saudi dan satu kapal produk milik Iran sendiri.
Tak hanya itu, pemimpin redaksi Lloyd's List, Richard Meade, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal kargo raksasa milik korporasi global seperti Grimaldi Group, Cosco, Knutsen, dan NYK yang sejak Februari lalu terjebak dan terdampar di perairan Teluk, kini sudah mulai bergerak melanjutkan perjalanan.
Sebagai catatan, sebelum perang mereduksi lalu lintas laut hingga di bawah 10%, sekitar 100 kapal melintasi Selat Hormuz setiap harinya. Blokade total yang terjadi sejak Maret bahkan memaksa empat perusahaan kontainer terbesar di dunia —Maersk, MSC, CMA CGM, dan Hapag-Lloyd— untuk menyetop total seluruh operasi mereka di wilayah tersebut.
(akr)
Lihat Juga :