Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 22 Juni 2026 - 07:43 WIB
loading...
A A A
Trump juga menekankan dirinya tidak meminta negara-negara Arab di Teluk untuk ikut mendanai dalam waktu dekat sampai Iran benar-benar membuktikan perubahan perilakunya. "Ini soal perilaku," cetusnya ketus.



Pernyataan Trump ini sempat membingungkan publik karena berbeda dengan klaim Wakil Presiden JD Vance sebelumnya. Dalam wawancara bersama CBS, Vance sempat menyatakan bahwa Iran akan mendapatkan akses ke dana rekonstruksi Rp5.323 triliun yang disokong oleh negara-negara Teluk jika Teheran mematuhi semua syarat, termasuk membongkar total program nuklir mereka.

Fakta di Balik Layar: Iran Gagal Minta Ganti Rugi Perang

Sementara itu sumber senior dari diplomat Iran membongkar bahwa Teheran awalnya menuntut USD400 miliar (sekitar Rp6.500 triliun) sebagai uang ganti rugi kerusakan perang dari Amerika Serikat akibat serangan udara gabungan ke wilayah mereka. Namun, Washington menolak keras tuntutan tersebut.

Sebagai jalan tengah, muncul ide wadah investasi swasta murni ini. Wadah keuangan ini sama sekali tidak menggunakan uang pajak pemerintah AS maupun dana hibah.

Sebaliknya korporasi swasta dari Amerika Serikat, negara Teluk, Amerika Selatan, Afrika, hingga raksasa ekonomi Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia dilaporkan telah sepakat mengunci komitmen pendanaan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Rekomendasi
Hattrick Mitchell Baker...
Hattrick Mitchell Baker Jadi Angin Segar Lini Serang Timnas Indonesia
Sindikat Buzzer Penyebar...
Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks Dibongkar Polda Metro Jaya, Polisi Tangkap 8 Tersangka
Mengakhiri Beban Ganda...
Mengakhiri Beban Ganda Zakat dan Pajak
Berita Terkini
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved