Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rabu, 24 Juni 2026 - 11:08 WIB
loading...
Amerika Serikat secara resmi menerbitkan Lisensi Umum X (General License X), sebuah pelonggaran darurat yang mengizinkan kembali aktivitas produksi, penjualan, pengiriman, hingga impor minyak mentah dan produk petrokimia asal Iran. Foto/Dok Reuters
A
A
A
JAKARTA - Peta geopolitik dan ekonomi energi dunia mendadak berbalik arah 180 derajat lewat sebuah pengumuman yang mengejutkan pasar finansial global. Departemen Keuangan Amerika Serikat secara resmi menerbitkan Lisensi Umum X (General License X), sebuah pelonggaran darurat yang mengizinkan kembali aktivitas produksi, penjualan, pengiriman, hingga impor minyak mentah dan produk petrokimia asal Iran .
Pengumuman yang dibagikan langsung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada awal pekan lalu menegaskan bahwa pelonggaran sanksi ini akan berlaku selama 60 hari ke depan. Langkah ekstrem Washington ini diambil sebagai bagian dari realisasi Nota Kesepahaman (MoU) darurat demi meredam dampak buruk perang AS-Iran yang sempat melumpuhkan Selat Hormuz sejak Februari 2026 lalu.
Baca Juga: AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Cakupan pelonggaran sanksi dari Departemen Keuangan AS ini meliputi, izin operasional penuh untuk manajemen kapal tanker, asuransi maritim, penyediaan kru, pengisian bahan bakar (bunkering), hingga perbaikan darurat.
Pembeli internasional kini diizinkan secara hukum untuk melakukan pembayaran menggunakan mata uang Dolar AS langsung kepada pemerintah Iran atau entitas Teheran yang sebelumnya masuk daftar hitam sanksi. Lalu larangan impor minyak Iran ke dalam wilayah Amerika Serikat dicabut sementara waktu secara total.
Baca Juga: 80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Keputusan ini lahir setelah perwakilan Washington dan Teheran menyelesaikan negosiasi rahasia babak pertama di resor mewah Buergenstock, Swiss, akhir pekan lalu, dengan dimediasi secara ketat oleh Qatar dan Pakistan.
Meskipun belum ada pernyataan bersama yang dirilis ke publik, para mediator membocorkan bahwa kedua negara sepakat menyusun komite tingkat tinggi untuk mengawasi pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri serta pembukaan blokade pelabuhan.
Iran adalah raksasa energi pemegang cadangan gas alam terbesar kedua di dunia dan salah satu pemilik cadangan minyak mentah terbesar di bumi. Selama bertahun-tahun, sanksi Barat membuat minyak Iran terkunci, dan hanya bisa diselundupkan secara sembunyi-sembunyi ke kilang-kilang independen di China yang nekat menerobos embargo AS.
Dengan dibukanya keran minyak Iran secara resmi lewat payung hukum Dolar AS, pasokan minyak dunia dipastikan akan langsung melimpah ruah dalam 60 hari ke depan. Hal ini secara psikologis meredam kepanikan industri manufaktur dunia yang sempat ketakutan akan terjadinya kelangkaan bahan bakar global pasca-blokade Selat Hormuz imbas Perang AS bersama Israel versus Iran.
Pengumuman yang dibagikan langsung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada awal pekan lalu menegaskan bahwa pelonggaran sanksi ini akan berlaku selama 60 hari ke depan. Langkah ekstrem Washington ini diambil sebagai bagian dari realisasi Nota Kesepahaman (MoU) darurat demi meredam dampak buruk perang AS-Iran yang sempat melumpuhkan Selat Hormuz sejak Februari 2026 lalu.
Lampu Hijau Total, Pembayaran Kini Boleh Pakai Dolar AS!
Lisensi Umum X ini jauh lebih radikal dibandingkan kebijakan Lisensi U yang dirilis Maret lalu. Jika sebelumnya AS hanya mengizinkan penjualan minyak yang sudah telanjur masuk ke kapal tanker sebelum tanggal pemblokiran, aturan baru ini memberikan kebebasan total bagi Iran untuk memproduksi kembali minyak baru dari sumur-sumur mereka.Baca Juga: AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Cakupan pelonggaran sanksi dari Departemen Keuangan AS ini meliputi, izin operasional penuh untuk manajemen kapal tanker, asuransi maritim, penyediaan kru, pengisian bahan bakar (bunkering), hingga perbaikan darurat.
Pembeli internasional kini diizinkan secara hukum untuk melakukan pembayaran menggunakan mata uang Dolar AS langsung kepada pemerintah Iran atau entitas Teheran yang sebelumnya masuk daftar hitam sanksi. Lalu larangan impor minyak Iran ke dalam wilayah Amerika Serikat dicabut sementara waktu secara total.
Baca Juga: 80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Keputusan ini lahir setelah perwakilan Washington dan Teheran menyelesaikan negosiasi rahasia babak pertama di resor mewah Buergenstock, Swiss, akhir pekan lalu, dengan dimediasi secara ketat oleh Qatar dan Pakistan.
Meskipun belum ada pernyataan bersama yang dirilis ke publik, para mediator membocorkan bahwa kedua negara sepakat menyusun komite tingkat tinggi untuk mengawasi pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri serta pembukaan blokade pelabuhan.
Taktik AS Selamatkan Diri dari Inflasi
Para pengamat menilai langkah AS membebaskan 'musuh bebuyutannya' ini bukanlah murni karena misi perdamaian, melainkan taktik bertahan hidup di tengah cekikan inflasi global.Iran adalah raksasa energi pemegang cadangan gas alam terbesar kedua di dunia dan salah satu pemilik cadangan minyak mentah terbesar di bumi. Selama bertahun-tahun, sanksi Barat membuat minyak Iran terkunci, dan hanya bisa diselundupkan secara sembunyi-sembunyi ke kilang-kilang independen di China yang nekat menerobos embargo AS.
Dengan dibukanya keran minyak Iran secara resmi lewat payung hukum Dolar AS, pasokan minyak dunia dipastikan akan langsung melimpah ruah dalam 60 hari ke depan. Hal ini secara psikologis meredam kepanikan industri manufaktur dunia yang sempat ketakutan akan terjadinya kelangkaan bahan bakar global pasca-blokade Selat Hormuz imbas Perang AS bersama Israel versus Iran.
(akr)
Lihat Juga :