Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
Aktivitas ekspor kembali dilakukan meski ketegangan keamanan belum sepenuhnya reda. Sebuah kapal milik perusahaan pelayaran Taiwan, Evergreen Marine, dilaporkan terkena benda tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (25/6). Insiden tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur pelayaran energi global.
Dua pejabat Amerika Serikat kepada Reuters menyebut Iran melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut. Sementara otoritas Selat Persia Iran menyatakan kapal yang tidak mengikuti rute resmi yang telah ditetapkan tidak dijamin keselamatannya saat melintas di kawasan itu.
Sebelum konflik pecah, pelabuhan Ras Tanura di pesisir timur Arab Saudi mampu mengekspor lebih dari 5 juta barel minyak per hari. Namun, sejak blokade Iran di Selat Hormuz, Saudi mengalihkan sebagian ekspor ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Data LSEG menunjukkan ekspor minyak Saudi sempat merosot menjadi sekitar 4 juta barel per hari dalam tiga bulan terakhir, turun dari lebih dari 7 juta barel per hari pada Februari 2026. Kilang domestik terbesar Saudi berkapasitas 550 ribu barel per hari di Ras Tanura juga sempat ditutup sementara sebagai langkah antisipasi selama perang berlangsung.
Dua pejabat Amerika Serikat kepada Reuters menyebut Iran melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut. Sementara otoritas Selat Persia Iran menyatakan kapal yang tidak mengikuti rute resmi yang telah ditetapkan tidak dijamin keselamatannya saat melintas di kawasan itu.
Sebelum konflik pecah, pelabuhan Ras Tanura di pesisir timur Arab Saudi mampu mengekspor lebih dari 5 juta barel minyak per hari. Namun, sejak blokade Iran di Selat Hormuz, Saudi mengalihkan sebagian ekspor ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Data LSEG menunjukkan ekspor minyak Saudi sempat merosot menjadi sekitar 4 juta barel per hari dalam tiga bulan terakhir, turun dari lebih dari 7 juta barel per hari pada Februari 2026. Kilang domestik terbesar Saudi berkapasitas 550 ribu barel per hari di Ras Tanura juga sempat ditutup sementara sebagai langkah antisipasi selama perang berlangsung.
Lihat Juga :