Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah pulihnya distribusi pasokan, harga minyak dunia justru melemah lebih dari USD1 per barel pada perdagangan Jumat setelah sebelumnya sempat naik akibat laporan serangan terhadap kapal kargo. Tekanan pasokan meningkat setelah volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz pekan ini mencapai level tertinggi sejak konflik dimulai.
Baca Juga: Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Sejumlah negara produsen minyak di kawasan juga mulai meningkatkan ekspor. Irak melalui SOMO dan Qatar membuka tender penjualan minyak mentah, mengikuti langkah Kuwait dan Uni Emirat Arab. Iran pun mempercepat ekspor minyak setelah Amerika Serikat sementara melonggarkan sanksi perdagangan energi terhadap Teheran.
Direktur Riset Timur Tengah dan Afrika Utara Rystad Energy, Aditya Saraswat, mengatakan pemulihan pasokan energi di kawasan mulai terlihat signifikan. “Sebanyak 2 juta barel per hari kembali masuk ke pasar hanya dalam tiga minggu terakhir dan pemulihan ini terjadi di seluruh kawasan,” ujarnya.
Rystad Energy memperkirakan produksi minyak yang sebelumnya terhenti di kawasan Teluk kini turun menjadi 9,6 juta barel per hari pada pertengahan Juni 2026 dari sebelumnya 11,7 juta barel per hari tiga pekan lalu. Konsultan energi tersebut memproyeksikan pemulihan penuh pasokan minyak kawasan Teluk dapat tercapai pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Sejumlah negara produsen minyak di kawasan juga mulai meningkatkan ekspor. Irak melalui SOMO dan Qatar membuka tender penjualan minyak mentah, mengikuti langkah Kuwait dan Uni Emirat Arab. Iran pun mempercepat ekspor minyak setelah Amerika Serikat sementara melonggarkan sanksi perdagangan energi terhadap Teheran.
Direktur Riset Timur Tengah dan Afrika Utara Rystad Energy, Aditya Saraswat, mengatakan pemulihan pasokan energi di kawasan mulai terlihat signifikan. “Sebanyak 2 juta barel per hari kembali masuk ke pasar hanya dalam tiga minggu terakhir dan pemulihan ini terjadi di seluruh kawasan,” ujarnya.
Rystad Energy memperkirakan produksi minyak yang sebelumnya terhenti di kawasan Teluk kini turun menjadi 9,6 juta barel per hari pada pertengahan Juni 2026 dari sebelumnya 11,7 juta barel per hari tiga pekan lalu. Konsultan energi tersebut memproyeksikan pemulihan penuh pasokan minyak kawasan Teluk dapat tercapai pada akhir tahun ini.
(nng)
Lihat Juga :