Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?

Senin, 29 Juni 2026 - 08:19 WIB
loading...
A A A
Ekonom Utama Rystad Energy Claudio Galimberti menambahkan rendahnya persediaan bensin turut memengaruhi lambatnya penurunan harga. Menurut dia, permintaan bahan bakar meningkat karena memasuki musim perjalanan, sementara persediaan global terus menyusut setelah gangguan pasokan berkepanjangan.

Trump sebelumnya menuding perusahaan minyak melakukan praktik “penggelembungan harga” atau gouging. Dalam unggahannya di Truth Social, ia menyatakan perusahaan minyak tidak menurunkan harga bensin sebanding dengan penurunan harga minyak mentah dan meminta Departemen Kehakiman AS segera menyelidiki persoalan tersebut.

Namun tudingan itu dibantah kelompok lobi industri minyak American Petroleum Institute (API). Juru bicara API Bethany Williams mengatakan harga bensin tidak bergerak secepat harga minyak mentah, terutama ketika gangguan global masih memengaruhi pasokan, kapasitas pengolahan, dan persediaan energi.

Chief Financial Officer Chevron Eimear Bonner juga mengatakan penurunan harga bensin membutuhkan waktu sebelum benar-benar terasa di tingkat konsumen. "Ada jeda antara penurunan harga minyak dan dampaknya di pompa bensin, tetapi kami memperkirakan harga akan turun seiring kondisi yang semakin normal," katanya.

Sementara itu, tingginya harga bensin masih menjadi beban bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah di Amerika Serikat. Direktur Eksekutif National Energy Assistance Directors Association Mark Wolfe mengatakan tambahan biaya energi sekitar 100 dolar AS per bulan sangat memberatkan keluarga yang hidup dari gaji ke gaji sehingga memaksa mereka mengurangi pengeluaran lain atau menambah utang kartu kredit.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
Pasukan Korea Utara...
Pasukan Korea Utara Kembali ke Garis Depan Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved