Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Selain sektor energi, otoritas setempat juga memperketat pengawasan dan mengintensifkan upaya untuk mendongkrak ketahanan pangan nasional. Langkah ini krusial mengingat adanya potensi kenaikan biaya pupuk sebesar 15 hingga 20 persen, serta lonjakan harga pakan ternak yang diprediksi mencapai 8 persen.
Terkait ketersediaan pangan pokok, Akmal menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan lima hingga enam bulan ke depan. Sementara itu, pasokan bahan pokok lainnya seperti daging ayam, ikan, buah-buahan, susu, dan telur dipastikan aman untuk setidaknya satu bulan ke depan.
Meski dibayangi ketidakpastian global, perekonomian Malaysia dinilai akan tetap kokoh ditopang oleh kuatnya permintaan domestik. Indikator ini terlihat dari angka inflasi yang tetap terjaga moderat di level 2 persen pada Mei, hanya naik tipis dari 1,9 persen pada bulan sebelumnya.
Selain sektor energi, otoritas setempat juga memperketat pengawasan dan mengintensifkan upaya untuk mendongkrak ketahanan pangan nasional. Langkah ini krusial mengingat adanya potensi kenaikan biaya pupuk sebesar 15 hingga 20 persen, serta lonjakan harga pakan ternak yang diprediksi mencapai 8 persen.
Terkait ketersediaan pangan pokok, Akmal menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan lima hingga enam bulan ke depan. Sementara itu, pasokan bahan pokok lainnya seperti daging ayam, ikan, buah-buahan, susu, dan telur dipastikan aman untuk setidaknya satu bulan ke depan.
Meski dibayangi ketidakpastian global, perekonomian Malaysia dinilai akan tetap kokoh ditopang oleh kuatnya permintaan domestik. Indikator ini terlihat dari angka inflasi yang tetap terjaga moderat di level 2 persen pada Mei, hanya naik tipis dari 1,9 persen pada bulan sebelumnya.
(nng)
Lihat Juga :