Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!

Rabu, 08 Juli 2026 - 12:24 WIB
loading...
Rebut Harta Karun Dinasti...
Babak baru sejarah Timur Tengah kembali tercipta. Prancis secara resmi mengumumkan akan mengembalikan aset sitaan senilai lebih dari 50 juta euro (sekitar Rp1 triliun) milik lingkaran dalam dinasti rezim Bashar al-Assad. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Babak baru sejarah Timur Tengah kembali tercipta. Prancis secara resmi mengumumkan akan mengembalikan aset sitaan senilai lebih dari 50 juta euro (sekitar Rp1 Triliun dengan kurs Rp20.488 per euro) milik lingkaran dalam dinasti rezim Bashar al-Assad yang telah runtuh ke tangan rakyat Suriah . Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam kunjungan bersejarahnya ke ibu kota Damascus.

Langkah besar ini menandai runtuhnya sisa-sisa kejayaan dinasti korup yang sempat mencengkeram Suriah selama puluhan tahun. Dalam konferensi pers bersama Presiden Interim Suriah yang baru, Ahmed al-Sharaa, Macron menegaskan bahwa ratusan miliar rupiah aset tersebut terbukti diperoleh secara ilegal melalui praktik korupsi masif.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Suriah, SANA, kedua negara telah menandatangani deklarasi resmi terkait pengembalian aset-aset milik Rifaat al-Assad. Rifaat adalah paman dari mantan diktator Bashar al-Assad sekaligus mantan Wakil Presiden Suriah yang dikenal gemar menimbun kekayaan di luar negeri dari hasil memeras kekayaan negara.

Baca Juga: Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah

Kunjungan Macron ini menjadikannya sebagai pemimpin Uni Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Suriah sejak perang saudara melanda negara itu selama 13 tahun, hingga terjadinya pergolakan politik besar yang berhasil menggulingkan kekuasaan keluarga Assad pada akhir 2024 lalu.

Hubungan Diplomatik Resmi Bangkit

Selain memulangkan uang ilegal, pertemuanni juga menghasilkan kesepakatan besar lainnya. Prancis dan Suriah sepakat untuk kembali saling bertukar duta besar dan memulihkan representasi diplomatik penuh.



Sebagai kilas balik, Prancis menutup rapat-rapat kedutaan besarnya di Damascus pada Maret 2012 silam. Langkah tegas itu diambil Paris sebagai bentuk protes dan kecaman keras atas tindakan brutal rezim militer Assad yang membantai para demonstran antikorupsi saat itu.

Baca Juga: Berebut Ladang Minyak, Perang Saudara Kembali Membara di Suriah

Kini, setelah rezim tersebut tumbang dan digantikan pemerintahan transisi yang baru, Prancis memilih menjadi garda terdepan untuk membantu memulihkan perekonomian Suriah menggunakan uang sitaan para koruptor.

Macron Langsung Terbang ke KTT NATO

Setelah menyelesaikan misi penting di Damascus, Presiden Emmanuel Macron dijadwalkan langsung bertolak ke Turki pada Selasa malam guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang digelar di Ankara. Isu pemulihan Suriah dan stabilitas Timur Tengah pasca-Assad diyakini bakal menjadi salah satu topik panas yang dibawa Macron ke meja perundingan para penguasa militer barat tersebut.

Langkah Prancis ini dinilai memicu tekanan bagi negara-negara Eropa lainnya untuk segera melacak, menyita, dan memulangkan aset-aset tersembunyi milik keluarga Assad yang masih bertebaran di Swiss, Inggris, dan Spanyol.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Rekomendasi
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 2 Digelar di PN Jaksel 10 Juli 2026
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
VAR Untungkan Argentina?...
VAR Untungkan Argentina? Pakar Soroti Inkonsistensi Wasit
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved