Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi

Kamis, 09 Juli 2026 - 08:45 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang

Minyak mentah Brent meroket lebih dari 5% dan bertengger pada posisi USD79,28 per barel. Sedangkan minyak mentah WTI (AS) ikut terbang tinggi ke angka USD74,76 per barel.

"Perjanjian sementara untuk mengakhiri perang Iran sudah berakhir," tegas Donald Trump kepada awak media, meski dirinya mengklaim tetap berupaya menghindari pecahnya perang terbuka berskala penuh (full-fledged war).

Status Selat Hormuz Masuk Level Severe (Sangat Berbahaya)

Akibat serangan balasan dan ancaman sabotase, otoritas maritim internasional resmi menaikkan status risiko bagi kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz menjadi "Severe" (Sangat Berbahaya). Kebijakan ini diambil setelah dua kapal tanker raksasa dilaporkan rusak parah akibat diserang pada perdagangan Selasa kemarin.

Sebelum perang pecah pada 28 Februari 2026 lalu, Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan seperlima (20%) total pasokan minyak bumi global. Kontrol ketat Teheran atas selat ini menjadi kartu as yang membuat pasar keuangan internasional selalu bergetar setiap kali tensi meninggi.

Bagi konsumen global, termasuk di Indonesia, eskalasi terbaru ini menjadi alarm darurat. Jika gempuran AS terus berlanjut dan memicu aksi balasan yang lebih ekstrem dari Iran, siap-siap saja melihat harga minyak kembali terbang ke level USD100/barel dan memicu inflasi jilid dua.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Rekomendasi
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Berita Terkini
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved