Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Kamis, 09 Juli 2026 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu mengungkap bahwa seluruh hak paten kunci yang mendasari material fungsional tanah jarang tercanggih ternyata masih dikontrol ketat oleh Jepang dan Amerika Serikat.
Baca Juga: China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Komponen-komponen hilir inilah yang mencakup lebih dari 80% paten terkait logam tanah jarang di seluruh dunia, sekaligus menjadi aplikasi yang menghasilkan keuntungan komersial paling raksasa.
Ironisnya China menghabiskan energi untuk menambang dan merusak lingkungan mereka demi mengekstrak mineral mentah, namun hak paten pengolahan tercanggih justru dikunci oleh perusahaan-perusahaan AS dan Jepang. Artinya secara hierarki teknologi, China masih ketergantungan dan rentan terkena "cekikan" balik jika sekutu Barat memutuskan untuk memblokir lisensi paten hilir tersebut.
Laporan berani dari para ilmuwan internal ini diprediksi akan memaksa Presiden Xi Jinping untuk merombak total anggaran riset negara dan mengalihkan fokus dari sekadar 'kuantitas produksi tambang' menuju 'perang hak paten global'.
Apakah Indonesia yang juga kaya akan mineral strategis (seperti nikel dan bauksit) bisa mengambil pelajaran dari bocornya kelemahan China ini agar tidak sekadar jadi penambang mentah?.
Ironi Komoditas: China Menambang, AS-Jepang Ambil Cuan
Logam tanah jarang tidak ada gunanya jika hanya berbentuk bongkahan batu terolah. Mineral ini harus diubah menjadi senyawa hilir (downstream compounds) seperti magnet permanen super kuat, katalis canggih, bahan pendar cahaya (luminescent), hingga material pemoles industri mikro.Baca Juga: China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Komponen-komponen hilir inilah yang mencakup lebih dari 80% paten terkait logam tanah jarang di seluruh dunia, sekaligus menjadi aplikasi yang menghasilkan keuntungan komersial paling raksasa.
Ironisnya China menghabiskan energi untuk menambang dan merusak lingkungan mereka demi mengekstrak mineral mentah, namun hak paten pengolahan tercanggih justru dikunci oleh perusahaan-perusahaan AS dan Jepang. Artinya secara hierarki teknologi, China masih ketergantungan dan rentan terkena "cekikan" balik jika sekutu Barat memutuskan untuk memblokir lisensi paten hilir tersebut.
Alarm Bahaya Ambisi Global Beijing
Temuan ini menjadi tamparan keras sekaligus alarm darurat bagi Beijing yang tengah berambisi memenangi perang pasokan teknologi global melawan blok Barat. Tanpa adanya lompatan besar dalam riset teknologi hilir, dominasi tambang mentah milik China dinilai para pengamat hanya akan menjadi ilusi kekuatan yang rapuh.Laporan berani dari para ilmuwan internal ini diprediksi akan memaksa Presiden Xi Jinping untuk merombak total anggaran riset negara dan mengalihkan fokus dari sekadar 'kuantitas produksi tambang' menuju 'perang hak paten global'.
Apakah Indonesia yang juga kaya akan mineral strategis (seperti nikel dan bauksit) bisa mengambil pelajaran dari bocornya kelemahan China ini agar tidak sekadar jadi penambang mentah?.
(akr)
Lihat Juga :