IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Kamis, 09 Juli 2026 - 13:24 WIB
loading...
IHSG berhasil menutup perdagangan sesi I, Kamis (9/7/2026) di zona hijau setelah menguat 12,33 poin atau 0,21% ke level 5.885,70. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menutup perdagangan sesi I, Kamis (9/7/2026) di zona hijau setelah menguat 12,33 poin atau 0,21% ke level 5.885,70. Penguatan ini terjadi setelah IHSG dibuka di 5.865,77, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya 5.873.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, pergerakan indeks berlangsung fluktuatif. IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.839,67 sebelum berbalik menguat hingga mencapai posisi tertinggi harian di level 5.904,39. Menjelang jeda siang, indeks mampu mempertahankan penguatan di kisaran 5.885.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,712 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 15,73 miliar saham yang diperdagangkan melalui 1,457 juta kali transaksi.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.286 triliun. Dari sisi pergerakan saham , ada sebanyak 330 saham ditutup menguat, sementara 290 saham melemah dan 344 saham bergerak stagnan.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral yang berakhir di zona hijau. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan menguat 1,56%, diikuti sektor energi sebesar 1,43%, sektor transportasi 1,40%, sektor perindustrian 1,17%, sektor barang konsumsi non-primer 0,59%, serta sektor barang konsumsi primer 0,41%.
Sebaliknya beberapa sektor masih mengalami tekanan. Sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,27%. Penurunan juga terjadi pada sektor keuangan sebesar 0,28%, sektor properti 0,18%, sektor infrastruktur 0,15%, dan sektor teknologi yang turun tipis 0,08%.
Pada jajaran saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memimpin dengan lonjakan 35,00% menjadi 162. Posisi berikutnya ditempati PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang menguat 24,91% menjadi 1.755.
Baca Juga: Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Disusul PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang naik 22,08% ke level 94, PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang menguat 22,05% ke 775, serta PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang naik 17,50% ke level 188.
Sementara itu, daftar top losers dipimpin PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang terkoreksi 14,87% ke level 1.660. Selanjutnya, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) turun 14,51% menjadi 330, PT Danareksa Investment Management (XDIF) melemah 12,28% ke 350, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menyusut 11,48% ke 54, dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) terkoreksi 10,78% menjadi 745.
Penguatan IHSG pada penutupan sesi I didorong oleh menguatnya saham-saham sektor barang baku, energi, transportasi, dan perindustrian, sehingga mampu mengimbangi tekanan yang masih membayangi sektor kesehatan, keuangan, serta properti.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, pergerakan indeks berlangsung fluktuatif. IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.839,67 sebelum berbalik menguat hingga mencapai posisi tertinggi harian di level 5.904,39. Menjelang jeda siang, indeks mampu mempertahankan penguatan di kisaran 5.885.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,712 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 15,73 miliar saham yang diperdagangkan melalui 1,457 juta kali transaksi.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.286 triliun. Dari sisi pergerakan saham , ada sebanyak 330 saham ditutup menguat, sementara 290 saham melemah dan 344 saham bergerak stagnan.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral yang berakhir di zona hijau. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan menguat 1,56%, diikuti sektor energi sebesar 1,43%, sektor transportasi 1,40%, sektor perindustrian 1,17%, sektor barang konsumsi non-primer 0,59%, serta sektor barang konsumsi primer 0,41%.
Sebaliknya beberapa sektor masih mengalami tekanan. Sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,27%. Penurunan juga terjadi pada sektor keuangan sebesar 0,28%, sektor properti 0,18%, sektor infrastruktur 0,15%, dan sektor teknologi yang turun tipis 0,08%.
Pada jajaran saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memimpin dengan lonjakan 35,00% menjadi 162. Posisi berikutnya ditempati PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang menguat 24,91% menjadi 1.755.
Baca Juga: Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Disusul PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang naik 22,08% ke level 94, PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang menguat 22,05% ke 775, serta PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang naik 17,50% ke level 188.
Sementara itu, daftar top losers dipimpin PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang terkoreksi 14,87% ke level 1.660. Selanjutnya, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) turun 14,51% menjadi 330, PT Danareksa Investment Management (XDIF) melemah 12,28% ke 350, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menyusut 11,48% ke 54, dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) terkoreksi 10,78% menjadi 745.
Penguatan IHSG pada penutupan sesi I didorong oleh menguatnya saham-saham sektor barang baku, energi, transportasi, dan perindustrian, sehingga mampu mengimbangi tekanan yang masih membayangi sektor kesehatan, keuangan, serta properti.
(akr)
Lihat Juga :