TikTok Gelontorkan Rp3,6 Miliar Edukasi Gizi dan Angkat Potensi Pangan Lokal
Kamis, 09 Juli 2026 - 17:36 WIB
loading...
TikTok meluncurkan program Makan Dengan Makna sebagai implementasi inisiatif global The Main Ingredient di Indonesia untuk mendorong masyarakat menerapkan pola makan sehat sekaligus mengapresiasi kekayaan pangan lokal. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - TikTok meluncurkan program "Makan Dengan Makna" sebagai implementasi inisiatif global The Main Ingredient di Indonesia untuk mendorong masyarakat menerapkan pola makan sehat sekaligus mengapresiasi kekayaan pangan lokal. Program tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan donasi senilai USD200.000 kepada Foodbank of Indonesia untuk mendukung penyaluran lebih dari 80.000 makanan bergizi bagi masyarakat rentan.
"Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan discovery di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama para kreator, komunitas, Foodbank of Indonesia, dan dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat menemukan cara-cara sederhana untuk memulai kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus semakin mengapresiasi kekayaan bahan pangan lokal Indonesia," ujar Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Sebagai bagian dari program tersebut, TikTok juga meluncurkan kampanye "Makan Lokal" dengan menggandeng kreator konten untuk menghadirkan sesi LIVE memasak menggunakan bahan pangan lokal. Melalui kampanye ini, masyarakat diajak memperoleh inspirasi bahwa pola makan sehat dapat dimulai dari menu sederhana yang memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.
TikTok juga menandatangani Memorandum Saling Pengertian dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat melalui platform digital. Kerja sama tersebut mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk kampanye Isi Piringku dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kolaborasi tersebut dinilai relevan mengingat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 96,7 persen masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur harian. TikTok berharap platform digital dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
"Mari kita ubah stigma masyarakat untuk membuat pola makan sehat ini menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out). Jangan sampai tren makanan yang tidak sehat justru diadopsi secara luas karena dampaknya buruk bagi kesehatan masyarakat di usia produktif. Tolong bantu ubah perilaku makan masyarakat Indonesia menjadi lebih seimbang," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Selain memberikan donasi kepada Foodbank of Indonesia, TikTok juga menyediakan kredit iklan untuk memperluas kampanye edukasi mengenai gizi, pangan lokal, dan konsumsi pangan yang bertanggung jawab. Perusahaan juga akan melibatkan karyawan dan kreator dalam kegiatan sukarelawan sepanjang 2026 untuk mendistribusikan makanan bergizi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.
Baca Juga: Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Founder Foodbank of Indonesia Muhammad Hendro Utomo mengatakan Indonesia memiliki sekitar 28.000 varietas tanaman pangan yang bergizi dan terjangkau, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut dia, kolaborasi dengan TikTok diharapkan mampu menghubungkan kembali masyarakat dengan kekayaan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kuliner skala mikro.
Peluncuran program ini juga didorong tingginya minat masyarakat terhadap konten kuliner dan gaya hidup sehat di TikTok. Platform tersebut mencatat jutaan unggahan menggunakan tagar seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat, yang menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mencari inspirasi resep, ide memasak, serta pola hidup sehat melalui konten kreator.
Melalui "Makan Dengan Makna", TikTok berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong membangun kebiasaan makan sehat, memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari, sekaligus memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, platform digital, komunitas, dan organisasi sosial.
"Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan discovery di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama para kreator, komunitas, Foodbank of Indonesia, dan dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat menemukan cara-cara sederhana untuk memulai kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus semakin mengapresiasi kekayaan bahan pangan lokal Indonesia," ujar Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Sebagai bagian dari program tersebut, TikTok juga meluncurkan kampanye "Makan Lokal" dengan menggandeng kreator konten untuk menghadirkan sesi LIVE memasak menggunakan bahan pangan lokal. Melalui kampanye ini, masyarakat diajak memperoleh inspirasi bahwa pola makan sehat dapat dimulai dari menu sederhana yang memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.
TikTok juga menandatangani Memorandum Saling Pengertian dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat melalui platform digital. Kerja sama tersebut mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk kampanye Isi Piringku dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kolaborasi tersebut dinilai relevan mengingat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 96,7 persen masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur harian. TikTok berharap platform digital dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
"Mari kita ubah stigma masyarakat untuk membuat pola makan sehat ini menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out). Jangan sampai tren makanan yang tidak sehat justru diadopsi secara luas karena dampaknya buruk bagi kesehatan masyarakat di usia produktif. Tolong bantu ubah perilaku makan masyarakat Indonesia menjadi lebih seimbang," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Selain memberikan donasi kepada Foodbank of Indonesia, TikTok juga menyediakan kredit iklan untuk memperluas kampanye edukasi mengenai gizi, pangan lokal, dan konsumsi pangan yang bertanggung jawab. Perusahaan juga akan melibatkan karyawan dan kreator dalam kegiatan sukarelawan sepanjang 2026 untuk mendistribusikan makanan bergizi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.
Baca Juga: Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Founder Foodbank of Indonesia Muhammad Hendro Utomo mengatakan Indonesia memiliki sekitar 28.000 varietas tanaman pangan yang bergizi dan terjangkau, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut dia, kolaborasi dengan TikTok diharapkan mampu menghubungkan kembali masyarakat dengan kekayaan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kuliner skala mikro.
Peluncuran program ini juga didorong tingginya minat masyarakat terhadap konten kuliner dan gaya hidup sehat di TikTok. Platform tersebut mencatat jutaan unggahan menggunakan tagar seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat, yang menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mencari inspirasi resep, ide memasak, serta pola hidup sehat melalui konten kreator.
Melalui "Makan Dengan Makna", TikTok berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong membangun kebiasaan makan sehat, memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari, sekaligus memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, platform digital, komunitas, dan organisasi sosial.
(nng)
Lihat Juga :