Pengawasan OJK Harus Diperkuat, Bukan Mengalihkannya ke Bank Sentral

Selasa, 22 September 2020 - 15:30 WIB
loading...
A A A
Meski begitu, lanjut Eko, tantangannya tidak mudah bagi OJK mengingat eksistensi OJK dapat dikatakan masih baru dan perlu banyak pembenahan, baik di sisi internal maupun eksternal. Sementara ekspektasi publik sangat besar akan hadirnya pengawasan sektor jasa keuangan yang prima.

"Memang dari awal pembentukannya masyarakat sudah berharap kehadiran OJK harus bisa membawa pengawasan sektor jasa keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan periode waktu lalu, ketika pengawasan masih berada di beberapa lembaga," tuturnya. ( Baca juga:India Selidiki Sepak Terjang Badan Amal dan LSM Turki di Kashmir )

Eko menambahkan, dengan segala macam tantangan tersebut diperlukan keberadaan OJK yang sigap dalam mengatur dan mengembangkan sektor keuangan ke depan. "Kuncinya disiplin, baik di kebijakan moneter, kebijakan fiskal, maupun kebijakan sektor jasa keuangan," imbuhnya.

Sementara Chairman Infobank Institute Eko B. Supriyanto mengatakan, sektor keuangan sangat penting untuk menggerakkan ekonomi, mendorong sektor riil, dan mempercepat recovery sektor riil. Untuk itu, pengawasan terintegrasi sangat diperlukan di sektor jasa keuangan.

"Masa depan sektor keuangan menjadi penting dan penguatan pengawasan terintegrasi di OJK semakin diperlukan," tuturnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Rekomendasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved