S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2

Senin, 13 Juli 2026 - 16:50 WIB
loading...
A A A
Bagaimana tidak? Sepanjang semester pertama, pasar keuangan Indonesia didera tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan sempat kehilangan kapitalisasi pasar hingga lebih dari 30%, sementara nilai tukar Rupiah melemah sekitar 7% terhadap dolar AS akibat efek domino perang Timur Tengah dan tersumbatnya urat nadi minyak dunia di Selat Hormuz.

Namun di balik rapor merah sektor finansial tersebut, hasil penilaian S&P justru memberikan gambaran yang mengejutkan. S&P juga menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam dan mineral. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan kinerja ekspor dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pemerintah Dinilai Defensif Respons Lembaga Rating, Investor Butuh Roadmap Reformasi Nyata

"Kami meyakini upaya pemerintah untuk memusatkan pengelolaan serta mengurangi kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan negara dan penerimaan ekspor, terutama apabila implementasi kebijakan semakin membaik," tulis S&P.

S&P juga menuturkan prospek stabil juga mencerminkan harapan kami bahwa pemerintah terus memandang batas defisit tahunan sebesar 3% sebagai jangkar kebijakan yang penting.

Demi Amankan Anggaran, Dana Program Program Prioritas Disunat ?

Untuk menjaga komitmen aturan hukum yang membatasi defisit anggaran tahunan di bawah 3% dari PDB, pemerintah Indonesia terbukti melakukan langkah-balik yang fleksibel namun ekstrem. Demi menutupi lonjakan biaya kompensasi dan subsidi energi -mengingat Indonesia adalah importir bersih (net importer) minyak mentah- pemerintah terpaksa melakukan efisiensi ketat.

Salah satu kebijakan krusial yang disorot adalah rencana pemerintah untuk memangkas anggaran awal Program Makan Bergizi Gratis yang semula bernilai lebih dari Rp300 triliun, dikurangi sekitar sepertiga (33%). Penghematan ini dilakukan melalui penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi, serta memperketat supervisi di lapangan.

Manuver Danantara & DSI Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Negara

S&P juga menyoroti langkah berani pembentukan dua lembaga super-kuat baru oleh pemerintah yakni Danantara dan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Meskipun rekam jejak operasinya masih seumur jagung, lembaga pengelola investasi (sovereign wealth fund) Danantara dinilai berhasil menata ulang sektor BUMN dengan mengonsolidasikan dan memangkas lini bisnis non-inti (non-core).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Mengelola Anggaran Daerah...
Mengelola Anggaran Daerah di Era Efisiensi
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
Rekomendasi
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Berita Terkini
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved