Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa menguat meski tak bertahan lama. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa menguat 0,33% ke level 6.057. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena indeks berbalik melemah 0,18% ke posisi 6.026 dalam satu menit pertama perdagangan.
Pada awal perdagangan, sebanyak 299 saham tercatat melemah, 157 saham menguat, dan 509 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,6 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,3 miliar lembar saham.
Baca Juga: Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Indeks saham unggulan bergerak bervariasi. Indeks LQ45 turun 0,72% ke level 598, IDX30 melemah 0,71% menjadi 338, dan MNC36 terkoreksi 0,40% ke posisi 261. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,35% ke level 357.
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona hijau, dipimpin sektor energi, konsumen siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, teknologi, dan kesehatan. Adapun sektor yang masih tertekan meliputi konsumen non-siklikal, keuangan, transportasi, dan industri.
Saham-saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) pada awal perdagangan ditempati PT Berlina Tbk (BRNA), PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) antara lain PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), dan PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI).
Baca Juga: S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini, termasuk dinamika harga komoditas, nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan ekonomi global.
Pada awal perdagangan, sebanyak 299 saham tercatat melemah, 157 saham menguat, dan 509 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,6 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,3 miliar lembar saham.
Baca Juga: Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Indeks saham unggulan bergerak bervariasi. Indeks LQ45 turun 0,72% ke level 598, IDX30 melemah 0,71% menjadi 338, dan MNC36 terkoreksi 0,40% ke posisi 261. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,35% ke level 357.
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona hijau, dipimpin sektor energi, konsumen siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, teknologi, dan kesehatan. Adapun sektor yang masih tertekan meliputi konsumen non-siklikal, keuangan, transportasi, dan industri.
Saham-saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) pada awal perdagangan ditempati PT Berlina Tbk (BRNA), PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) antara lain PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), dan PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI).
Baca Juga: S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini, termasuk dinamika harga komoditas, nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan ekonomi global.
(nng)
Lihat Juga :