Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Jum'at, 17 Juli 2026 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
Di Indonesia, implementasi standar IRMA mulai diikuti oleh sejumlah perusahaan tambang nikel. Harita Nickel menjadi perusahaan pertama yang mengajukan audit IRMA, disusul PT Vale Indonesia. Audit terhadap Harita tidak hanya mencakup kegiatan penambangan, tetapi juga fasilitas pengolahan seperti smelter dan refinery.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Kenaikan Royalti Tambang Belum Akan Diterapkan Juni 2026
Sonny menilai kesediaan perusahaan tambang nasional menjalani audit IRMA merupakan langkah positif untuk meningkatkan kredibilitas industri di mata investor dan lembaga keuangan global. "Kalau Harita lolos IRMA, itu akan luar biasa, bisa menjawab berbagai tuduhan pada aspek lingkungan dan sosial. Walaupun nanti tetap harus kita lihat setajam dan sekritis apa audit IRMA," ujarnya.
Menurut dia, kepatuhan terhadap standar global memang membutuhkan investasi yang besar, namun hal tersebut menjadi indikator penting untuk mengukur komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Kenaikan Royalti Tambang Belum Akan Diterapkan Juni 2026
Sonny menilai kesediaan perusahaan tambang nasional menjalani audit IRMA merupakan langkah positif untuk meningkatkan kredibilitas industri di mata investor dan lembaga keuangan global. "Kalau Harita lolos IRMA, itu akan luar biasa, bisa menjawab berbagai tuduhan pada aspek lingkungan dan sosial. Walaupun nanti tetap harus kita lihat setajam dan sekritis apa audit IRMA," ujarnya.
Menurut dia, kepatuhan terhadap standar global memang membutuhkan investasi yang besar, namun hal tersebut menjadi indikator penting untuk mengukur komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :