Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
Jum'at, 17 Juli 2026 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Pustaka Alam menilai audit yang diperlukan tidak cukup sebatas pemeriksaan laporan keuangan perusahaan. Zainal mengatakan audit harus dimulai dari verifikasi fisik, spasial, dan legal terhadap seluruh lahan yang diserahkan Satgas PKH. Pemerintah perlu memastikan secara rinci bidang-bidang mana yang benar-benar merupakan kebun sawit, kawasan kosong, kawasan berhutan, maupun lahan yang sudah menghasilkan.
Selain itu, seluruh bidang tanah perlu dipetakan berdasarkan status hukumnya, termasuk lahan yang masih disengketakan, masih tercatat dalam HGU perusahaan lain, dikuasai masyarakat atau petani plasma, tumpang tindih kepemilikannya, maupun yang proses penyitaannya belum berkekuatan hukum tetap.
"Hasil audit harus berupa peta dan daftar bidang per bidang sehingga negara mengetahui secara pasti aset mana yang produktif, mana yang bermasalah, dan mana yang benar-benar aman untuk dikelola," katanya.
Menurut Zainal, pemerintah juga perlu menetapkan target yang terukur bagi manajemen Agrinas Palma dalam satu hingga dua tahun ke depan. Apabila produktivitas, kondisi pabrik, maupun transparansi pengelolaan tidak menunjukkan perbaikan, pemerintah harus berani mengevaluasi secara menyeluruh model penyerahan dan pengelolaan aset tersebut agar tidak mengulang kegagalan pengambilalihan industri perkebunan pada masa lalu.
"Jangan sampai kegagalan dalam pengambilalihan industri gula pada tahun 1950-an kembali terulang pada sektor sawit," tandasnya.
Selain itu, seluruh bidang tanah perlu dipetakan berdasarkan status hukumnya, termasuk lahan yang masih disengketakan, masih tercatat dalam HGU perusahaan lain, dikuasai masyarakat atau petani plasma, tumpang tindih kepemilikannya, maupun yang proses penyitaannya belum berkekuatan hukum tetap.
"Hasil audit harus berupa peta dan daftar bidang per bidang sehingga negara mengetahui secara pasti aset mana yang produktif, mana yang bermasalah, dan mana yang benar-benar aman untuk dikelola," katanya.
Menurut Zainal, pemerintah juga perlu menetapkan target yang terukur bagi manajemen Agrinas Palma dalam satu hingga dua tahun ke depan. Apabila produktivitas, kondisi pabrik, maupun transparansi pengelolaan tidak menunjukkan perbaikan, pemerintah harus berani mengevaluasi secara menyeluruh model penyerahan dan pengelolaan aset tersebut agar tidak mengulang kegagalan pengambilalihan industri perkebunan pada masa lalu.
"Jangan sampai kegagalan dalam pengambilalihan industri gula pada tahun 1950-an kembali terulang pada sektor sawit," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :