Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:51 WIB
loading...
Kuasai 25% Kekayaan...
Sebanyak 144 imigran terkaya yang telah menjadi warga negara AS kini menguasai total harta dengan jumlah fantastis senilai Rp39.261 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Fakta mengejutkan mengenai peta kekayaan miliarder di Amerika Serikat (AS) terungkap menjelang ulang tahun ke-250 Negeri Paman Sam. Sebanyak 144 imigran terkaya yang telah menjadi warga negara AS kini menguasai total harta dengan jumlah fantastis senilai USD2,2 triliun (sekitar Rp39.261 triliun dengan kurs rupiah 17.846), untuk menjadi sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Angka ini melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 125 imigran dengan kekayaan senilai USD1,3 triliun. Meskipun hanya mencakup sekitar 15% dari total miliarder di AS, kelompok imigran ini secara luar biasa memegang seperempat atau 25% dari seluruh kekayaan miliarder di Amerika Serikat.

Tiga Tokoh Teratas Kunci 60% Kekayaan Imigran

Fakta paling mencengangkan terletak di jajaran puncak, dimana terdapat tiga dari sepuluh orang terkaya di dunia saat ini adalah imigran yang menetap di AS. Kombinasi kekayaan tiga sosok ini bahkan menyumbang lebih dari 60% total harta imigran miliarder di Amerika.

Baca Juga: Uni Emirat Arab Jadi Tempat Favorit Imigran Jutawan, Jumlahnya Capai 9.800 Miliarder

Tiga tokoh imigran terkaya di AS yakni Elon Musk, pada posisi pertama yang merupakan kelahiran Afrika Selatan itu sempat menyentuh USD1 triliun di bulan Juni 2026 lalu. Selanjutnya ada Sergey Brin, pendiri Google yang lahir di Rusia. Tidak ketinggalan ada Bos Besar Nvidia, Jensen Huang yang sedang naik daun merupakan kelahiran Taiwan.



Secara keseluruhan, para miliarder berstatus warga negara AS hasil naturalisasi ini berasal dari 45 negara dan wilayah lain. Beberapa negara baru yang kini memiliki wakil di dalam daftar antara lain Haiti, Filipina, Polandia, dan Spanyol.

Baca Juga: 10 Miliarder Imigran Teratas di Amerika, Nomor 1 Baru Ketemu Luhut

Sebaliknya, Guatemala harus kehilangan satu-satunya wakil mereka setelah pendiri Duolingo, Luis von Ahn, terdepak dari 'klub tiga koma' akibat anjloknya harga saham perusahaan.

India Jadi 'Pabrik' Imigran Terkaya Nomor Satu

Untuk dua tahun berturut-turut, India mengukuhkan posisinya sebagai negara kelahiran imigran miliarder terbanyak di AS dengan rekor 19 orang. Angka tersebut naik drastis dari 12 orang pada tahun lalu. Diikuti oleh Israel dengan 11 miliarder, dan dengan angka serupa ada 11 miliarder kelahiran Taiwan.

Beberapa pendatang baru asal India yang sukses menembus daftar Forbes tahun ini di antaranya Hemant Taneja dengan venture capitalist. Lalu ada Sanjay Gajendra & Jitendra Mohan, yang merupakan pendiri perusahaan semikonduktor raksasa Astera Labs. Ditambah Shyam Sankar, Chief Technology Officer (CTO) Palantir.

"Awalnya rencana saya sederhana: kuliah S2, bekerja lima tahun, lalu pulang ke India. Semuanya berjalan sesuai rencana, kecuali bagian terakhir. Sekarang saya sudah berada di AS selama 32 tahun," ujar Jitendra Mohan merespons pencapaiannya seperti dilansir Forbes.

Mitos Pembatasan vs Realita American Dream

Di tengah riuhnya dinamika politik dan retorika pembatasan imigrasi di AS, para miliarder ini membuktikan bahwa peluang untuk membangun bisnis dari nol dan meraih American Dream tetap terbuka lebar. Amjad Masad, miliarder kelahiran Yordania yang mendirikan start-up vibe coding Replit, menegaskan bahwa Amerika Serikat masih menjadi pasar paling dinamis di dunia.

"Satu-satunya alasan saya datang ke AS adalah membawa mimpi besar untuk mendirikan perusahaan sendiri. Amerika masih menyediakan peluang luar biasa dan menjadi salah satu tempat paling inovatif di bumi," tambah Sanjay Gajendra dari Astera Labs.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Rekomendasi
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved