Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963

Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:31 WIB
loading...
A A A
"Klaim pengangguran awal AS secara tak terduga turun ke 187.000 yang merupakan level terendah dalam beberapa dekade, sehingga mendorong imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun ke level tertinggi sejak Januari 2025. Data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan ini menambah kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif," ujarnya.

Baca Juga: Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah berasal dari tingginya kebutuhan impor energi nasional yang mencapai lebih dari 1,5 juta barel per hari di tengah harga minyak dunia yang masih berada di atas asumsi APBN-P sebesar USD83 per barel. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor energi.

Sentimen negatif juga datang dari defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 sebesar USD1,61 miliar, yang mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut. Defisit terjadi setelah ekspor turun 5,73% menjadi USD23,2 miliar, sementara impor naik 22,16% menjadi USD24,81 miliar, terutama didorong peningkatan impor bahan baku dan barang modal.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pekan depan. Nilai tukar diproyeksikan berada di kisaran Rp17.960-Rp18.020 per dolar AS pada awal pekan, sedangkan sepanjang pekan depan diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.880-Rp18.250 per dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Rekomendasi
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved