Prioritaskan Lingkungan, PT Dairi Prima Mineral Pilih Tambang Bawah Tanah
Senin, 27 Juli 2026 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Dari hasil konversi sumber daya menjadi cadangan, prospek Anjing Hitam tercatat memiliki cadangan 7,7 juta ton dengan kadar seng 12,5 persen dan timah hitam 7,3 persen. Sementara Prospek Lae Jehe memiliki cadangan sekitar 10 juta ton dengan kadar seng 6,4 persen dan timah hitam 3,8 persen.
Di tahap awal, DPM akan mengembangkan prospek Anjing Hitam terlebih dahulu, Sedangkan prospek Lae Jehe masih akan dilakukan pengeboran lanjutan untuk memperoleh data kadar mineral yang lebih detail. Widianto mengatakan, DPM akan menerapkan metode penambangan bawah tanah menggunakan kombinasi longhole stoping dan cut and fill. Dengan metode ini, bekas ruang tambang akan diisi kembali menggunakan material tailing yang telah diolah (backfill material).
Dia menjelaskan, pemanfaatan tailing sebagai material pengisi kembali tidak dilakukan sembarangan dan harus memperoleh persetujuan teknis dari pemerintah. Izin untuk pemanfaatan limbah tersebut sebagai backfill sudah diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari adendum AMDAL yang telah disetujui.
Sementara itu, Irwan Iskandar, Pakar LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan, mengatakan konsep tambang bawah tanah modern memiliki keunggulan karena membutuhkan ruang yang jauh lebih kecil di permukaan dibandingkan tambang terbuka. "Yang positif dari tambang bawah tanah, footprint kerusakan atau footprint gangguan di permukaan itu kecil," ujarnya.
Aspek lain yang membedakan praktik pertambangan modern adalah pengelolaan sisa hasil pengolahan (tailing). Jika sebelumnya tailing umumnya ditempatkan di tailing dump, dikembalikan ke dalam ruang bekas tambang. "Yang modern dan taktis adalah sisa hasil pengolahannya ditempatkan kembali, bukan ke tailing dump," katanya.
Di tahap awal, DPM akan mengembangkan prospek Anjing Hitam terlebih dahulu, Sedangkan prospek Lae Jehe masih akan dilakukan pengeboran lanjutan untuk memperoleh data kadar mineral yang lebih detail. Widianto mengatakan, DPM akan menerapkan metode penambangan bawah tanah menggunakan kombinasi longhole stoping dan cut and fill. Dengan metode ini, bekas ruang tambang akan diisi kembali menggunakan material tailing yang telah diolah (backfill material).
Dia menjelaskan, pemanfaatan tailing sebagai material pengisi kembali tidak dilakukan sembarangan dan harus memperoleh persetujuan teknis dari pemerintah. Izin untuk pemanfaatan limbah tersebut sebagai backfill sudah diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari adendum AMDAL yang telah disetujui.
Sementara itu, Irwan Iskandar, Pakar LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan, mengatakan konsep tambang bawah tanah modern memiliki keunggulan karena membutuhkan ruang yang jauh lebih kecil di permukaan dibandingkan tambang terbuka. "Yang positif dari tambang bawah tanah, footprint kerusakan atau footprint gangguan di permukaan itu kecil," ujarnya.
Aspek lain yang membedakan praktik pertambangan modern adalah pengelolaan sisa hasil pengolahan (tailing). Jika sebelumnya tailing umumnya ditempatkan di tailing dump, dikembalikan ke dalam ruang bekas tambang. "Yang modern dan taktis adalah sisa hasil pengolahannya ditempatkan kembali, bukan ke tailing dump," katanya.
Lihat Juga :