60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
Selasa, 28 Juli 2026 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Saat Trump menjabat pada 2017, rata-rata tarif atas barang yang diimpor ke AS sekitar 1,4%, menurut Tax Foundation. Trump kira-kira menggandakannya menjadi 3% pada akhir masa jabatannya yang pertama pada 2021. Lantas Presiden Joe Biden menurunkan tarif tersebut menjadi 2,4% sebelum meninggalkan jabatan.
Baca Juga: 60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Kemudian Trump kembali ke Gedung Putih dan mengumumkan tarif 'Hari Pembebasan', termasuk pajak tambahan 34% pada impor dari China dan 20% pada impor dari Uni Eropa. Menurut Yale Budget Lab, kebijakan ini meningkatkan tarif rata-rata Amerika menjadi hampir 23%, level tertinggi sejak tahun 1909.
Tarif untuk tiap negara memang berfluktuasi dalam 16 bulan terakhir saat pemerintahan ini membuat kesepakatan atau membatalkan ancaman tarif. Kini dengan berlakunya kombinasi tarif Pasal 301 terbaru, rata-rata tarif impor AS diperkirakan melonjak hingga 12,8% -level tertinggi yang pernah dicatat Amerika Serikat sejak era Perang Dunia II.
Tapi para ekonom telah mengidentifikasi tarif sebagai salah satu 'tekanan inflasi' yang memengaruhi ekonomi. Inflasi relatif stabil selama tahun pertama masa jabatan kedua Trump, dimana tarif mempengaruhi ekonomi dengan cara lain.
Pejabat Federal Reserve berulang kali menyebut tarif sebagai salah satu alasan dalam mengubah suku bunga acuan, ketika Trump meminta lebih agresif. Suku bunga tinggi menjadikan individu, perusahaan membayar lebih mahal saat meminjak ke bank, yang efeknya bisa membebani belanja hingga investasi.
Baca Juga: 60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Kemudian Trump kembali ke Gedung Putih dan mengumumkan tarif 'Hari Pembebasan', termasuk pajak tambahan 34% pada impor dari China dan 20% pada impor dari Uni Eropa. Menurut Yale Budget Lab, kebijakan ini meningkatkan tarif rata-rata Amerika menjadi hampir 23%, level tertinggi sejak tahun 1909.
Tarif untuk tiap negara memang berfluktuasi dalam 16 bulan terakhir saat pemerintahan ini membuat kesepakatan atau membatalkan ancaman tarif. Kini dengan berlakunya kombinasi tarif Pasal 301 terbaru, rata-rata tarif impor AS diperkirakan melonjak hingga 12,8% -level tertinggi yang pernah dicatat Amerika Serikat sejak era Perang Dunia II.
2. Inflasi
Inflasi mengukur seberapa cepat harga-harga naik dan kebijakan tarif pada umumnya membuat barang lebih mahal, jadi perubahan tarif bisa mempengaruhi tingkat inflasi secara keseluruhan. Masih banyak lagi hal lain yang bisa berdampak pada harga dan di antaranya sepenuhnya di luar kendali presiden.Tapi para ekonom telah mengidentifikasi tarif sebagai salah satu 'tekanan inflasi' yang memengaruhi ekonomi. Inflasi relatif stabil selama tahun pertama masa jabatan kedua Trump, dimana tarif mempengaruhi ekonomi dengan cara lain.
Pejabat Federal Reserve berulang kali menyebut tarif sebagai salah satu alasan dalam mengubah suku bunga acuan, ketika Trump meminta lebih agresif. Suku bunga tinggi menjadikan individu, perusahaan membayar lebih mahal saat meminjak ke bank, yang efeknya bisa membebani belanja hingga investasi.
3. Beban Tambahan Rumah Tangga
Meskipun narasi politik menyebutkan bahwa tarif dibayar oleh negara pengekspor, tapi hukum ekonomi membuktikan sebaliknya. Perusahaan pengimpor menanggung pajak tersebut dan meneruskannya ke konsumen akhir.Lihat Juga :